Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan 624 Penerbangan Soekarno Hatta
Semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) hingga melumpuhkan 624 penerbangan dan berdampak pada 75.236 penumpang. Operasional bandara baru kembali dibuka pada Selasa (8/9) dini hari.
Berdasarkan pantauan di Terminal 1B dan 1C Soekarno-Hatta pada Senin (7/9), ratusan calon penumpang tertahan dan berupaya melakukan penyesuaian jadwal penerbangan, pembatalan tiket, hingga beralih menggunakan transportasi darat, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Salah satu penumpang tujuan Pangkal Pinang, Alex, harus membatalkan penerbangannya yang dijadwalkan pada Senin pagi pukul 09.40 WIB setelah penutupan penerbangan dipastikan berlangsung hingga malam hari.
Kondisi serupa dialami Asep yang tertahan bersama anak dan istrinya. Penerbangan keluarga ini menuju Bandara Minangkabau awalnya dijadwalkan pada Minggu (6/9) menggunakan Citilink, lalu digeser ke hari Senin sebelum akhirnya dibatalkan total.
"Kemarin sih dari hari Minggu kita di-reschedule di hari ini (Senin), tapi ternyata hari ini (Senin) kan emang gak bisa juga, jadi kita refund aja udah," kata Asep kepada Detik Travel.
Pilihan beralih ke jalur transportasi lain diambil oleh Novita, calon penumpang tujuan Kendari. Setelah menunggu tanpa kepastian selama dua hari di bandara, ia merelakan tiket Lion Air milik penerbangannya.
"Saya pesan tiket di Lion, pas di Lion saya menunggu dua hari di sini dan tidak ada perkembangannya. Pada akhirnya saya mengajukan reschedule dan pada akhirnya tiket ke Kendari itu terputus dan saya lepaskan tiket itu juga," kata Novita.
Ia berencana melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi laut dan darat.
"Kemungkinan saya besok (Selasa) akan ke pelabuhan memilih naik jalur darat," tambahnya.
Dampak penutupan penerbangan ini juga dirasakan oleh Vera Siallagan yang hendak terbang ke Kualanamu bersama dua anggota keluarganya sejak Minggu pagi pukul 05.00 WIB menggunakan Lion Air di tengah kondisi berduka.
"Tapi karena situasi musibah begini, kami sudah berada di sini dari hari Minggu pagi sampai sekarang (Senin) belum ada kejelasan, hanya schedule-schedule ulang. Kalau bisa kami minta tolong karena kami lagi berduka," katanya.
Ketiga anggota keluarga tersebut terlihat tertidur di kursi tunggu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta dalam kondisi lelah menunggu kejelasan jadwal operasional pesawat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow