50 Guru SMK Indonesia Ikuti Program Magang Otomotif ke Jerman
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan dari 16 provinsi yang lolos seleksi Program Magang ke Luar Negeri 2026 ke Jerman pada Selasa (1/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Astri Damayanti, guru teknik kendaraan ringan asal SMKN 1 Sangasanga, Kutai Kartanegara, menjadi salah satu peserta yang akan menjalani program magang selama tiga bulan di Technische Universität Dresden.
Proses seleksi penerimaan program ini berlangsung ketat selama dua bulan, di mana sebanyak 182 peserta berhasil menembus tahap wawancara berbasis bahasa Inggris setelah lolos seleksi berkas.
Astri membeberkan tahapan seleksi yang dialaminya saat menyusun dokumen pendaftaran hingga wawancara evaluasi.
"Pembuatan esai itu mencakup harapan kami, apa motivasi kami dan bagaimana rencana tindak lanjut kami setelah program magang ini berlangsung. Setelah esai dibuat, kami harus diwawancarai, menggunakan full bahasa Inggris," jelas Astri.
Peserta program mendapatkan pembekalan intensif mengenai pemetaan materi teknis serta rencana penyebaran ilmu sekembalinya ke instansi masing-masing.
"(Pada saat wawancara) kami harus menyampaikan kembali apa tujuan kami dan bagaimana kami mendesiminasikan apa yang telah kami tulis di esai, pada saat rancangan tindak lanjut dan juga pada saat setelah kembalinya kami dari Jerman," ujarnya.
Selain mempelajari sistem vokasi, fokus utama guru otomotif tersebut adalah mempelajari langsung perkembangan teknologi dari produsen otomotif terkemuka Eropa.
"Jadi, jelas sekali, saya ingin melihat bagaimana pabrikan Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz seperti itu," kata Astri ketika ditanya mengenai teknologi yang ingin dipelajarinya selama berada di Jerman.
Pengalaman yang didapat di Jerman ditargetkan untuk memperkuat sistem pembelajaran ganda antara institusi pendidikan vokasi dan sektor industri nasional.
"Kami juga mendapatkan (pelajaran) bagaimana cara membangun vokasi atau pendidikan dual-industry. Jadi, bagaimana cara kita bekerjasama dengan industri sehingga serapan-serapan dari siswa-siswa SMK itu bisa langsung diterima di perusahaan," jelas Astri kepada detik di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Para peserta dijadwalkan berangkat pada musim gugur ini menuju dua destinasi utama, yakni Dresden University of Technology dan FESTO, dengan dukungan pembiayaan biaya hidup dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menyampaikan alasan pemilihan Jerman sebagai negara tujuan magang guru vokasi.
"Secara internasional memang Jerman, Swiss, Belanda ini kan memiliki model vocational school. Berbeda dengan Amerika, Inggris atau Australia. Jerman lebih besar dan industrinya sangat banyak," ungkapnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow