Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Picu Migrasi Konsumen ke Pertalite
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendeteksi pergeseran konsumsi masyarakat yang beralih ke bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah terjadinya lonjakan harga pada sektor BBM nonsubsidi dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7/2026).
Perubahan pola konsumsi ini tercatat terjadi secara signifikan pada jenis bahan bakar bensin maupun diesel di berbagai wilayah Indonesia.
"Ini pasca kenaikan jenis bahan bakar umum baik itu Dex Series dan kemudian Pertamax dan lain-lain itu terjadi kenaikan di mana masyarakat cenderung yang semula menggunakan BBM nonsubsidi beralih menjadi subsidi," kata Wahyudi Anas, Kepala BPH Migas.
Wahyudi menambahkan bahwa realisasi penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) hingga 30 Juni 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Untuk JBT minyak tanah, realisasinya mencapai 0,26 juta kiloliter atau 48,91 persen dari kuota tahunan sebesar 0,53 juta kiloliter, sedangkan JBT minyak solar telah tersalurkan sebesar 9,48 juta kiloliter dari total kuota 18,64 juta kiloliter.
Sementara itu, penyaluran JBKP Pertalite hingga akhir Juni 2026 dilaporkan telah menyentuh angka 13,96 juta kiloliter dari pagu kuota yang ditetapkan sebesar 29,17 juta kiloliter.
Fenomena perpindahan ini juga diperkuat oleh data internal PT Pertamina Patra Niaga yang menunjukkan adanya lonjakan volume penggunaan BBM penugasan pemerintah.
"Sejak Pertamina melakukan penyesuaian harga khususnya BBM JBU per 18 April yang lalu telah terjadi perubahan perilaku konsumen untuk konsumsi BBM yang saat ini terjadi peningkatan konsumsi BBM khususnya produk BBM PSO baik itu Pertalite maupun biosolar," ujar Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga.
Menurut Eko, data per Juli 2026 menunjukkan porsi konsumsi Pertalite melesat dari 75,4 persen menjadi 80,3 persen. Sebaliknya, proporsi konsumsi Pertamax mengalami penurunan dari 23,2 persen ke 18,8 persen, Pertamax Turbo turun menjadi 0,7 persen, dan Pertamax Green 95 naik ke angka 0,2 persen.
"Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO. Dampaknya adalah saat ini produk-produk BBM JBU khususnya Pertamax Series terjadi penurunan hampir 18 persen," ungkap Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga.
Secara volume, penyaluran harian Pertalite meningkat 9,4 persen atau sekitar 7.129 kiloliter dibanding kondisi normal, sementara kelompok gasoil mencatat Biosolar mendominasi pangsa pasar hingga 94,2 persen. Sebaliknya, volume penjualan Dexlite merosot ke 3,5 persen dan Pertamina Dex turun menjadi 2,3 persen.
"Perilaku ini selain juga perubahan shifting dari konsumen ke sektor kendaraan juga ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli," tutur Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow