Harga Cabai Rawit Merah Melesat Hingga Rp95.000 per Kilogram

Smallest Font
Largest Font

Lonjakan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen menyentuh angka Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram akibat krisis ketersediaan air dan cuaca ekstrem El Nino yang memicu gangguan produksi di berbagai wilayah sentra, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Minggu (13/9/2026).

Kenaikan harga ini telah dirasakan para petani sejak pertengahan Agustus lalu. Cuaca panas ekstrem memicu fenomena gagal bunga pada tanaman cabai, sehingga pasokan baru terhenti dan petani hanya dapat mengandalkan sisa panen dari tanaman yang ada.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia Tunov Mondro Atmojo menjelaskan bahwa kekeringan parah menjadi penyebab utama penurunan pasokan di pasaran.

"Penyebab kenaikan ini disebabkan karena murni faktor cuaca dan mengakibatkan ketersediaan air habis, tanaman cabai yang telah petani tanam akhirnya hanya mengandalkan tanaman eksisting yang sedang berproduksi," ujar Tunov kepada detikcom, Minggu (13/9/2026).

Upaya penanaman kembali oleh para produsen juga terhambat karena bibit cabai tidak mampu bertahan tanpa pasokan air yang mencukupi.

"Keadaan cuaca seperti ini sangat mengkhawatirkan stok nasional terus berkurang nanti di 3 bulan kedepan," tambah ia.

Untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut, pemerintah mulai menyalurkan bantuan infrastruktur air ke area produksi utama.

"Bantuan pemerintah sudah mulai turun meski agak terlambat yaitu sumur sumur bor dan pipanisasi yang diperuntukkan tanaman cabai di berbagai wilayah sentra," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengonfirmasi bahwa penurunan volume panen terjadi secara menyeluruh di daerah sentra. Daerah seperti Jombang, Kediri, dan Blitar masih berproduksi meski volumenya amat terbatas.

"Mungkin diperkirakan volume panen, ini masalahnya karena cuaca, diperkirakan sampai dengan Oktober. tapi pada November cukup," kata Abdul kepada detikcom.

Rantai distribusi menunjukkan harga cabai di tingkat petani berada pada kisaran Rp53.000 hingga Rp65.000 per kilogram, lalu naik menjadi Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram di pasar induk sebelum sampai ke pedagang eceran.

"Di tingkat petani sekarang sekitar Rp 53.000 sampai Rp 65.000/kg, kalau kita lihat di pasar induk bisa sampai Rp 70.000 sampai Rp 75.000. Kalau ibu-ibu belanja sekitar Rp 90.000 sampai Rp 95.000 lah," jelasnya.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia mencatat komoditas cabai merah keriting juga mengalami lonjakan sebesar 9 persen menjadi Rp62.950 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik 7,2 persen ke level Rp90.050 per kilogram.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed