Harga Emas Dunia Anjlok ke 4349 Dollar AS per Troy Ons
Harga emas spot dunia melemah ke posisi US$4.349,8 per troy ons pada Selasa (8/9/2026) setelah terkoreksi 1,25 persen dari hari sebelumnya. Penurunan selama tiga hari berturut-turut tersebut menempatkan logam mulia pada level terendah dalam sepekan terakhir.
Tekanan terhadap komoditas ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah jenis Brent sebesar 2,29 persen ke level US$99,39 per barel akibat memanasnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Pulau Kharg serta Kota Jask. Menurut laporan Fox News, militer AS melancarkan serangan udara untuk menekan perekonomian Negeri Persia tersebut.
Tingginya harga energi memicu kekhawatiran inflasi global sehingga menguatkan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, akan menaikkan suku bunga acuan pada 16 September mendatang. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, para pelaku pasar mengalkulasi peluang kenaikan suku bunga kini berada di atas 50 hingga 60 persen.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS menekan daya tarik emas karena statusnya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang menunjukkan pertumbuhan tajam lapangan kerja dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen makin memperkokoh peluang pengetatan moneter.
"Emas dan perak bergerak berlawanan arah dengan harga energi dan melanjutkan pelemahannya setelah laporan ketenagakerjaan AS yang kuat pada Jumat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September," kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank.
Pelaku pasar terus memantau pergerakan harga mengingat area penopang penting berada di kisaran US$4.320 per troy ons, sementara aksi jual kembali membayangi saat harga menembus level atas.
"Emas mendapat minat beli saat harganya berada di bawah US$4.400. Level support penting berada di sekitar US$4.320, sementara tekanan jual masih muncul di atas US$4.500," imbuhnya.
Secara teknikal harian, indikator Relative Strength Index 14 hari berada di posisi 48 yang mengindikasikan zona bearish cenderung netral. Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 5 yang menandakan kondisi jenuh jual dan membuka peluang pemulihan harga ke area pivot point US$4.413 per troy ons.
Selain emas, komoditas logam mulia lainnya turut mengalami penurunan harga. Pasar perak ditutup melandai ke level US$65,704 per troy ons, sementara harga platinum dan paladium juga tercatat melemah pada sesi perdagangan yang sama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow