Harga Emas Dunia Menguat ke Level US 4375 Per Troy Ons

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mengalami penguatan hingga ditutup pada posisi US$ 4.375,89 per troy ons pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Lonjakan sebesar 0,59 persen tersebut ditopang oleh pelemahan indeks dolar AS serta data inflasi Amerika Serikat yang sesuai dengan perkiraan pasar.

Kenaikan ini sekaligus memperpanjang tren positif pergerakan emas selama dua pekan beruntun dengan penguatan mingguan mencapai 0,79 persen. Penurunan tak terduga pada data tenaga kerja nonpertanian AS periode Juli turut memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan logam mulia ini.

Analisis pasar mencatat pelemahan indeks dolar AS ke level 99,67 menjadi pemicu utama yang membuat aset emas terasa lebih murah bagi pembeli berpemilik mata uang asing. Penyesuaian data inflasi membuat pelaku pasar memproyeksikan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada September 2026.

Data CME FedWatch Tool mengonfirmasi penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral dari 55 persen pada pekan sebelumnya menjadi hanya 33 persen. Di sisi lain, eskalasi ketegangan di Selat Hormuz yang memicu penutupan jalur pelayaran turut memberi dukungan tambahan bagi emas sebagai aset lindung nilai.

"Indeks dolar AS yang lebih rendah menjadi faktor eksternal yang mendukung harga emas hari ini," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.

Meski menguat, potensi risiko inflasi mendadak tetap dibayangi lonjakan harga minyak akibat dinamika Timur Tengah yang dapat memicu kembali pengetatan suku bunga.

"Jika harga minyak terus naik, hal itu akan menjadi faktor negatif bagi pasar logam karena dapat mendorong inflasi dan memicu bank sentral menaikkan suku bunga," ujar Wyckoff.

Pandangan senada mengenai ruang pergerakan suku bunga juga disampaikan oleh lembaga jasa keuangan global yang menilai prospek emas tetap berpotensi terangkat jika kebijakan moneter dikendurkan.

"Karena kami memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas masih memiliki potensi untuk kembali naik," kata Commerzbank.

Namun, proyeksi teknikal dari para analis perdagangan valuta asing mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar. Penurunan sementara ini diperkirakan menuju level support 4.220 sebagai bentuk konsolidasi harga.

"Pelaku pasar perlu mencermati peluang terbentuknya koreksi jangka pendek sebelum tren utama kembali menemukan arah berikutnya," kata Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures.

Indikator Stochastic harian menunjukkan pergerakan menuju area oversold, menandakan tekanan jual jangka pendek yang mulai meningkat meski tren dasar menengahnya tetap solid.

"Terbentuknya swing high sering menjadi indikasi bahwa pasar mulai memasuki fase konsolidasi atau koreksi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya," ujar Geraldo.

Di pasar spot lain, emas sempat menyentuh level perdagangan harian sebesar US$ 4.375,50 per ons troi, sementara harga kontrak berjangka AS berada di level US$ 4.437,30. Hambatan resistance teknikal emas terdekat berada pada Moving Average 100-hari di kisaran US$ 4.385 per troy ons.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed