Harga Emas Dunia Rebound Usai Dolar AS dan Yield Obligasi Meredup

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mengalami rebound lebih dari 1 persen ke kisaran USD4.388,22 per troy ons pada Rabu (2/9/2026) setelah menyentuh level terendah dalam sebulan. Pemulihan ini dipicu oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kenaikan harga emas terjadi seiring tertekannya imbal hasil Treasury dari level tertinggi beberapa tahun dan koreksi dolar AS dari titik tertingginya dalam tiga pekan. Kondisi ini menurunkan biaya peluang memegang emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Pergerakan pasar logam mulia saat ini dipengaruhi oleh dinamika di sektor energi serta pergerakan imbal hasil obligasi.

"Salah satu alasan emas mampu kembali bergerak ke atas adalah karena imbal hasil mengalami sedikit penurunan hari ini. Hal itu memungkinkan emas memantul dari beberapa level rendah sebelumnya," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger.

Perkembangan pasar energi dan pergerakan imbal hasil obligasi dinilai akan tetap menjadi fokus utama bagi para investor dalam menentukan arah pergerakan harga emas mendatang.

"Jelas bahwa sektor energi dan pergerakan imbal hasil masih menjadi fokus utama pasar emas ke depan," imbuh David Meger.

Di sisi lain, pernyataan pimpinan bank sentral AS turut memengaruhi persepsi investor terhadap pasar. Gubernur Federal Reserve New York John Williams menilai penguatan imbal hasil obligasi jangka panjang tidak didasari oleh kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.

"Data terkini cukup mendukung. Saya melihat laju inflasi melambat karena dampak kebijakan tarif sudah dilalui," tegas Gubernur Federal Reserve New York John Williams.

Pernyataan Williams tersebut memicu pelaku pasar untuk mengkaji ulang proyeksi arah kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September turun menjadi kisaran 62,3 hingga 64 persen.

Data ketenagakerjaan sektor swasta AS bulan Agustus menunjukkan pertumbuhan yang berada di bawah ekspektasi pasar. Meski demikian, harga emas tidak bergerak signifikan karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data resmi Non-Farm Payrolls (NFP) pada akhir pekan.

Pentingnya rilis data ketenagakerjaan mendatang diperkirakan akan memberikan petunjuk yang lebih kuat bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.

"ADP memang tidak selalu dapat diandalkan dan mungkin bisa memberikan gambaran awal untuk data nonfarm payrolls, tetapi nonfarm payrolls sejauh ini merupakan data yang paling penting bagi pasar," kata Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O'Connell.

Secara teknikal daily time frame, Relative Strength Index (RSI) emas berada di level 50 atau area netral, sementara Stochastic RSI di level 15 mengindikasikan kondisi oversold. Pasar emas domestik seperti di Vietnam justru mencatatkan penurunan harga batangan SJC hingga 1,3 juta VND per ons, sedangkan bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas ke London untuk memperkuat kesiapan krisis.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed