Harga Emas Dunia Turun Tertekan Kenaikan Suku Bunga dan Dolar AS

Smallest Font
Largest Font

Nilai komoditas emas dunia mengalami penurunan mingguan dalam dua pekan beruntun hingga perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 akibat lonjakan harga minyak global dan penguatan dolar Amerika Serikat. Situasi tersebut memicu kekhawatiran inflasi baru dan mendorong ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.

Data Refinitiv mencatat harga emas spot pada penutupan perdagangan melemah 0,8 persen ke posisi US$4.508,73 per troy ons, yang menjadi level terendah dalam empat hari terakhir. Sementara itu, laporan Reuters menunjukkan harga kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Juni juga turun 0,4 persen menuju level US$4.524,40 per ons.

Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh ketidakpastian jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz yang melibatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hambatan logistik ini memicu lonjakan biaya energi yang berpotensi memaksa bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Analis StoneX, Rhona O'Connell memaparkan kondisi psikologis para pelaku pasar yang tertuju pada situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini.

"Pelaku pasar saat ini seperti kelinci yang terpaku oleh lampu kendaraan, fokus pada Hormuz dan dampaknya terhadap gangguan rantai pasok secara luas, yang kemudian memicu kekhawatiran inflasi serta potensi kenaikan suku bunga," kata analis StoneX, Rhona O'Connell.

Di sisi lain, pergerakan instrumen investasi lain seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memengaruhi daya tarik emas di mata investor. Penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sebesar 0,2 persen sempat memberi sedikit ruang bagi penguatan minor logam mulia.

Wakil Presiden sekaligus analis senior logam Zaner Metals, Peter Grant menjelaskan dampak fluktuasi mata uang asing dan komoditas energi terhadap pergerakan harga emas.

"Harga minyak turun dan dollar AS yang mulai melemah dari posisi tertinggi enam minggu seharusnya menjadi kabar baik bagi emas dalam jangka pendek, dan sejauh ini harga emas mulai menguat," ujar Grant.

Meskipun sempat ada indikasi pemulihan, Grant menilai para pelaku pasar tetap bersikap waspada dalam menempatkan dana mereka.

"Saya memperkirakan perdagangan masih akan berlangsung cukup hati-hati pada awalnya. Kita sudah melihat beberapa kesepakatan sebelumnya berujung gagal," kata dia.

Faktor fundamental lain yang menekan pergerakan harga logam mulia adalah kebijakan moneter agresif dari bank sentral Amerika Serikat. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, peluang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum Desember 2026 kini mencapai kisaran 58 hingga 60 persen.

Analis UBS, Giovanni Staunovo menjabarkan korelasi antara pergerakan harga komoditas energi, tingkat inflasi, dan kebijakan suku bunga acuan dunia.

"Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi memberi tekanan kepada bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Hal ini masih menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," jelasnya.

Tekanan terhadap harga emas semakin diperkuat oleh dominasi mata uang Greenback di pasar internasional. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat secara langsung meningkatkan biaya pembelian aset safe haven bagi para pemegang mata uang lainnya.

Analis Marex, Edward Meir mengonfirmasi keterkaitan erat antara keperkasaan mata uang ekonomi terbesar dunia tersebut dengan pelemahan komoditas emas.

"Apa yang mendorong penurunan harga emas adalah penguatan dolar AS, yang pada gilirannya didorong oleh suku bunga tinggi yang masih berlangsung di berbagai negara di dunia," ujar Edward Meir.

Pergerakan instrumen investasi logam mulia lainnya pada penutupan pekan ini bergerak bervariasi, di mana harga perak spot berada di level US$76,18 per ons. Selanjutnya, harga platinum dunia tercatat melemah 1 persen ke posisi US$1.945,97 per ons, sementara paladium berada di level US$1.371,90 per ons.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed