CEO Apple Tim Cook Beri Sinyal Harga iPhone 18 Pro Naik Hampir Rp 5 Juta Akibat Lonjakan Biaya Komponen AI

Smallest Font
Largest Font

Para pencinta produk Apple tampaknya harus bersiap menghadapi penyesuaian anggaran yang signifikan pada akhir tahun ini. Harga unit iPhone terbaru dilaporkan berpotensi mengalami lonjakan drastis.

Isyarat kenaikan harga ini diperkuat oleh pernyataan CEO Apple, Tim Cook, yang memberi sinyal adanya potensi kenaikan harga dalam waktu dekat karena dipicu melonjaknya biaya komponen memori dan penyimpanan.

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Cook mengonfirmasi bahwa Apple selama ini berupaya menahan kenaikan biaya produksi agar tidak dibebankan kepada konsumen, tetapi kondisi pasar saat ini sudah tidak memungkinkan lagi.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam lonjakan biaya yang dibebankan kepada kami dan melindungi pelanggan, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," kata Cook, Jumat (19/06/2026).

Prediksi Kenaikan Harga dan Produk yang Terdampak

Sejumlah analis memperkirakan lini iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diprediksi meluncur pada September mendatang bisa menjadi produk pertama yang mengalami penyesuaian harga komersial.

Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro hingga sekitar 270 dollar AS demi mempertahankan margin keuntungan perusahaan di tengah ketatnya persaingan komponen pasokan.

Model Perangkat Estimasi Kenaikan (Dollar AS) Estimasi Kenaikan (Rupiah)
iPhone 18 Pro 270 dollar AS Rp 4,8 juta
iPhone 18 Pro Max 270 dollar AS Rp 4,8 juta

Kenaikan tersebut setara dengan Rp 4,8 juta atau mendekati angka Rp 5 juta jika dihitung menggunakan konversi kurs saat ini yang berada di kisaran Rp 17.848 per dollar AS.

Laporan The Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa penyesuaian harga secara signifikan sangat diperlukan apabila Apple tetap ingin mempertahankan angka keuntungan atau margin profitabilitas saat ini.

Kondisi regulasi rantai pasok ini diperparah oleh kebutuhan mendesak Apple untuk meningkatkan kapasitas RAM pada perangkat generasi berikutnya guna mendukung berbagai fitur kecerdasan buatan baru.

Dampak Lonjakan Permintaan Industri Kecerdasan Buatan

Kenaikan biaya komponen sekunder ini terjadi di tengah melonjaknya permintaan global terhadap chip memori dan penyimpanan berkecepatan tinggi demi memenuhi kebutuhan ekosistem kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan teknologi penyedia AI membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah sangat besar untuk melatih serta menjalankan model AI generatif, sehingga memicu ketatnya pasokan chip memori global.

"Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap membutuhkan perangkat, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," kata Cook, Jumat (19/06/2026).

Tim Cook bahkan mengategorikan situasi krisis pasokan komponen semikonduktor saat ini sebagai sesuatu yang belum pernah ia temui selama lebih dari empat dekade berkarier di industri teknologi global.

"Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," kata Cook, Jumat (19/06/2026).

Tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan media penyimpanan ini juga dialami oleh vendor besar lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, hingga Valve.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed