Harga Karet Dunia Melonjak Sentuh Level Tertinggi Sejak Sembilan Tahun Terakhir
Harga karet berjangka dunia mencatat lonjakan signifikan hingga menembus di atas 230 sen AS per kilogram pada awal Juni 2026. Laju kenaikan ini membawa komoditas perkebunan tersebut menyentuh level tertinggi sejak Januari 2017.
Pergerakan pasar komoditas global pada Minggu, 7 Juni 2026, menunjukkan volatilitas yang ketat setelah sempat terjadi koreksi tipis menjelang akhir pekan. Penguatan harga ini didorong oleh kombinasi gangguan cuaca ekstrem di wilayah produsen utama dan dinamika pasar energi global.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Kondisi Pasar dan Pergerakan Harga Historis
Berdasarkan data perdagangan dari Trading Economics, harga karet komoditas sempat mengalami penurunan tipis sebesar 1,71 persen dari hari sebelumnya menjadi 230,40 USD Sen per kilogram pada 5 Juni 2026. Meski mengalami koreksi harian, tren jangka panjang komoditas ini tetap menunjukkan performa yang sangat kuat.
Dalam sebulan terakhir, harga karet tercatat mengalami kenaikan sebesar 5,79 persen. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga komoditas ini sudah melesat hingga 43,11 persen akibat kendala produksi yang berkepanjangan.
Secara historis, komoditas karet memiliki rekam jejak pergerakan yang sangat dinamis. Berdasarkan data pergerakan pasar antara tahun 1997 hingga 2026, harga karet pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada level 815,00 pada Februari 2025, sementara level terendah berada di angka 115,00.
Data rata-hari perdagangan harian saat realisasi kontrak berada di angka 230,40 USD Sen per kilogram, dibandingkan dengan capaian sebelumnya yang berada pada angka 234,40 USD Sen per kilogram. Angka yang ditampilkan dalam sistem perdagangan berasal dari pasar over-the-counter (OTC) serta instrumen keuangan contract-for-difference (CFD).
Penyebab Kelangkaan Pasokan Karet Global
Faktor utama di balik pertanyaan mengenai kenapa harga karet naik adalah terganggunya aktivitas produksi di negara-negara produsen karet terbesar di dunia yang berlokasi di kawasan Asia Tenggara.
Faktor Cuaca Ekstrem dan Fenomena Alam
Sejak pertengahan Mei, curah hujan yang sangat tinggi telah mengganggu aktivitas pertanian dan pemanenan karet di Thailand, Indonesia, dan Vietnam. Kondisi cuaca buruk ini memicu penurunan volume produksi secara drastis di tingkat hulu.
Wilayah selatan Thailand mengalami curah hujan yang sangat lebat, sementara Indonesia justru menghadapi kondisi curah hujan di bawah normal. Masuknya musim hujan monsun di Asia Tenggara serta ancaman kekeringan parah akibat potensi fenomena "Super El Niño" di Thailand memperparah kekhawatiran pasar terhadap kelangkaan pasokan jangka panjang.
Dampak Lonjakan Harga Minyak Mentah
Selain faktor alam, terdapat pengaruh harga minyak pada karet yang ikut mengerek naik nilai jual komoditas ini. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah dunia ke level yang lebih tinggi.
Kenaikan harga minyak bumi secara langsung meningkatkan biaya produksi karet sintetis yang merupakan produk substitusi utama. Kondisi ini membuat permintaan pasar beralih kepada karet alam dan mendorong harganya ikut terkerek naik di bursa internasional.
Karet alam dipasok oleh jaringan negara berkembang, dengan fokus produksi utama yang berpusat di wilayah Asia. Pasokan komoditas ini sangat bergantung pada stabilitas panen dari wilayah-wilayah tersebut.
Berikut adalah daftar negara penghasil karet alam utama di dunia:
- China
- Indonesia
- Malaysia
- Thailand
- Papua Nugini
- Filipina
- Singapura
- Sri Lanka
- Vietnam
- Kamboja
- India
Untuk memfasilitasi perdagangan global, kontrak berjangka komoditas ini diperdagangkan secara aktif di berbagai bursa komoditas utama dunia. Transaksi komoditas ini tercatat secara legal di beberapa lembaga kliring internasional.
Berikut adalah tabel bursa utama yang menyediakan perdagangan kontrak berjangka karet global:
| Nama Bursa Perdagangan | Lokasi Bursa | Jenis Instrumen / Topik Utama |
|---|---|---|
| Bursa Osaka | Jepang | Kontrak Berjangka Karet Alam |
| Bursa Singapura (SGX) | Singapura | Kontrak Berjangka / Diskusi TSR 20 |
| Bursa Karet Malaysia | Malaysia | Kontrak Berjangka Komoditas Karet |
| Bursa Energi Internasional Shanghai | China | Kontrak Berjangka Karet Global |
Di pasar domestik Indonesia, aktivitas pemantauan komoditi di tingkat petani terus berjalan untuk jenis karet reguler maupun karet bokar di berbagai wilayah. Perbincangan mengenai pergerakan teknis komoditas, khususnya untuk jenis TSR 20, juga terus menjadi topik hangat di kalangan pelaku usaha melalui platform id.investing.com.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow