Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah dalam Enam Minggu Terakhir
Harga minyak dunia anjlok tajam hingga menyentuh level terendah dalam enam minggu terakhir pada penutupan perdagangan akhir pekan, Minggu, 31 Mei 2026. Penurunan ini mengonfirmasi tren pelemahan bulanan terdalam bagi komoditas energi global tersebut sejak tahun 2020 akibat aksi jual masif di pasar berjangka.
Berdasarkan data perdagangan komoditas dari Trading Economics, harga minyak mentah Brent berjangka merosot sekitar 2% dan mendarat di level US$ 91,12 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI untuk pengiriman AS juga melemah 1,1% ke posisi US$ 87,36 per barel pada akhir pekan ini.
Koreksi ini memperpanjang akumulasi kerugian yang dialami oleh kedua tolok ukur minyak global tersebut sepanjang pekan. Dalam hitungan mingguan, minyak Brent tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 10,5%, sedangkan WTI menyusul dengan pelemahan performa sebesar 9,2%.
Penurunan yang terjadi pada penghujung Mei 2026 ini melengkapi catatan buruk pasar energi sepanjang bulan berjalan. Investor secara agresif melakukan aksi lepas kontrak yang dipicu oleh kekhawatiran atas kelebihan pasokan di tengah proyeksi permintaan global yang melambat.
Jika dihitung sepanjang bulan Mei, harga minyak Brent menorehkan jalur penurunan total mencapai 17,46%. Penurunan bulanan yang hampir menyentuh angka seperlima dari nilai total ini merupakan performa bulanan terburuk bagi Brent dalam kurun waktu enam tahun terakhir.
Di sisi lain, minyak WTI juga mengakhiri perdagangan bulan Mei dengan rapor yang tidak kalah merah. Komoditas mentah asal AS tersebut membukukan penurunan nilai total sebesar 16,86% jika dibandingkan dengan posisi harga pada pembukaan awal bulan.
Perbandingan Data Historis Komoditas
Meskipun pasar komoditas energi sedang didera tekanan jual yang cukup besar dalam jangka pendek, nilai minyak dunia saat ini sebenarnya masih berada pada posisi yang jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa gejolak geopolitik global dan kebijakan pembatasan produksi jangka panjang masih menyisakan premi harga yang cukup tebal pada komoditas mentah ini jika ditarik dalam garis waktu tahunan.
Berikut adalah perincian performa historis harga minyak Brent dan WTI berdasarkan data pasar resmi teranyar:
| Jenis Minyak Mentah | Harga Terkini (US$) | Perubahan Harian | Perubahan Bulanan | Perubahan Tahunan |
|---|---|---|---|---|
| Brent Crude Oil | 91,12 | -1,70% | -17,46% | +45,14% |
| WTI Crude Oil | 87,36 | -1,73% | -16,86% | +43,71% |
Berdasarkan data di atas, harga Brent saat ini terhitung masih 45,14% lebih tinggi dibandingkan dengan posisi harga pada Mei tahun lalu. Selaras dengan Brent, harga minyak mentah komoditas WTI juga mengantongi kenaikan tahunan sebesar 43,71%.
Faktor Tekanan Pasar
Sejumlah analis komoditas di pasar berjangka menyebutkan bahwa sentimen negatif yang mendominasi pasar minyak belakangan ini dipengaruhi oleh meredanya kecemasan terhadap gangguan pasokan di wilayah Timur Tengah. Kembalinya kelancaran jalur logistik laut menjadi salah satu faktor utama yang menurunkan tensi harga di pasar internasional.
Dibukanya kembali akses navigasi yang aman di jalur-jalur laut krusial membuat pasokan minyak mentah mengalir tanpa hambatan berarti ke negara-negara importir utama. Hal ini langsung memicu koreksi harga karena kekhawatiran kelangkaan stok global yang sebelumnya melambungkan harga kini resmi sirna.
Selain faktor kelancaran distribusi logistik, laporan mengenai peningkatan cadangan minyak komersial di beberapa negara industri maju turut memberikan tekanan tambahan bagi pergerakan harga WTI dan Brent di papan perdagangan komoditas ekspor.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Para pelaku pasar kini sedang mengalihkan fokus mereka pada agenda pertemuan koordinasi internal berikutnya dari negara-negara eksportir minyak yang tergabung dalam aliansi global. Keputusan mengenai kuota produksi bersama untuk paruh kedua tahun ini diprediksi akan menjadi penentu arah pergerakan harga minyak selanjutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow