Harga Minyak Dunia Melonjak ke USD 97 Per Barel Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menyentuh level 97,34 dolar AS per barel pada Rabu (9/9/2026) pagi akibat ketegangan militer di Timur Tengah yang mengganggu jalur pelayaran komoditas energi global. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan keamanan yang signifikan di Selat Hormuz serta serangan terhadap fasilitas energi utama di kawasan tersebut.

Mengutip data perdagangan internasional terkini, minyak mentah acuan jenis Brent menguat ke posisi 97,34 dolar AS per barel setelah sempat memperdagangkan level tertinggi harian di 98,06 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pasar Amerika Serikat ikut terdorong naik hingga mencapai level 92,63 dolar AS per barel.

Penyebab utama dari kenaikan lonjakan harga komoditas ini adalah penurunan drastis arus pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk Persia. Pengetatan keamanan kawasan membuat para pelaku usaha pelayaran dan tanker menahan armada mereka dari lintasan berbahaya.

Penurunan Lalu Lintas Kapal Tanker

Rata-rata lalu lintas kapal komoditas di Selat Hormuz dilaporkan merosot drastis hingga tersisa hanya 10 kapal per hari selama sepuluh hari terakhir. Angka penyeberangan ini tercatat sebagai level terendah sejak Mei 2026. Penurunan volume angkut secara mendadak ini memicu kecemasan defisit pasokan global.

Ancaman Pasokan Terbatas hingga Akhir Tahun

Para analis pasar komoditas memperkirakan pasokan minyak mentah dari kawasan Teluk Persia akan tetap berada dalam kondisi terbatas setidaknya hingga akhir 2026. Kondisi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat.

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Negosiasi AS-Iran Buntu | METRO TV

Analis dari lembaga keuangan Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent untuk periode Desember 2026 menjadi 85 dolar AS per barel dan WTI menjadi 80 dolar AS per barel. Untuk perkiraan tahun 2027, Brent diproyeksikan rata-rata di kisaran 80 dolar AS per barel dan WTI sebesar 75 dolar AS per barel. Namun, Goldman Sachs juga mengeluarkan peringatan risiko ekstrem.

"Harga minyak bisa menembus 120 dolar AS per barel jika serangan maritim meningkat."

Stok Bahan Bakar Global dan Kebijakan OPEC+

Di tengah meningkatnya risiko pasokan global, beberapa faktor fundamental lain di sektor hilir minyak bumi juga turut memperberat tekanan harga di pasar internasional.

Stok Cadangan AS Berada di Bawah Rata-Rata

Laporan persediaan energi menunjukkan bahwa stok bensin dan bahan bakar distilat di Amerika Serikat saat ini berada jauh di bawah tingkat tahun lalu. Posisi persediaan cadangan energi AS tersebut berada di bawah rata-rata lima tahunan, sehingga mempersempit ruang intervensi pasar.

Keputusan Kuota Produksi OPEC+

Di sisi penawaran kelompok produsen utama, organisasi OPEC+ memutuskan untuk memelihara ketetapan kuota produksi minyak mereka untuk periode Oktober 2026 tanpa perubahan. Keputusan ini menolak penambahan pasokan ekstra ke pasar global di tengah melonjaknya harga.

Perbandingan Harga Minyak Mentah Dunia (USD per Barel)
Jenis Minyak MentahHarga TerkiniTingkat Tertinggi HarianProyeksi Goldman Sachs (Des 2026)
Brent97,3498,0685,00
West Texas Intermediate (WTI)92,6380,00

Dampak Kebijakan Anggaran Energi di Indonesia

Meningkatnya harga minyak mentah internasional memberikan implikasi langsung terhadap beban anggaran belanja subsidi energi pemerintah Indonesia dalam menyusun RAPBN 2027.

Pemerintah bersama DPR RI menyepakati pemangkasan alokasi subsidi energi RAPBN 2027 sebesar Rp 11,44 triliun. Total anggaran subsidi energi diturunkan dari semula Rp 272,95 triliun menjadi Rp 261,50 triliun.

  • Asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) RAPBN 2027 ditetapkan sebesar USD 75 per barel.
  • Asumsi nilai tukar rupiah ditetapkan sebesar Rp 17.500 per dolar AS.
  • Volume penyaluran BBM subsidi dipangkas dari 20,09 juta kiloliter menjadi 19,56 juta kiloliter.
  • Target penyaluran minyak solar dikurangi dari 19,55 juta kiloliter menjadi 19 juta kiloliter.
  • Quota penyaluran LPG 3 kg disesuaikan dari 8,94 juta kg menjadi 8 juta kg.

Langkah penyesuaian volume kuota BBM dan subsidi LPG tersebut diambil guna mengamankan ketahanan fiskal negara di tengah potensi pembengkakan biaya impor komoditas energi akibat lonjakan harga minyak bumi di pasar internasional.

Informasi ini bukan saran investasi atau perdagangan komoditas. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu akibat dinamika pasar global. Pantau perkembangan resmi dari pihak berwenang.

Perkembangan kondisi geopolitik di kawasan Selat Hormuz serta pergerakan harga minyak mentah global akan terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar dan pembuat kebijakan energi nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed