Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi Sentuh Angka US$98 per Barel

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia hari ini kembali bergerak melonjak hingga mendekati level psikologis US$98 per barel pada perdagangan Selasa (26/5/2026) pagi. Kenaikan harga komoditas energi ini dipicu oleh sikap pelaku pasar global yang mulai meragukan prospek perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Refinitiv pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak Juli melesat ke posisi US$98,12 per barel. Lonjakan ini sekaligus membalikkan arah pergerakan harga setelah sempat melemah signifikan pada hari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ikut terkerek ke angka US$91,77 per barel pada jam yang sama. Pemulihan harga ini terjadi secara kilat setelah ketegangan geopolitik baru di Selat Hormuz kembali mencuat ke permukaan.

Harga Minyak Pulih Setelah Bentrokan AS dan Iran di Dekat Hormuz | Bloomberg Television

Sebelum lonjakan hari ini terjadi, harga minyak Brent ditutup melemah 7 persen di level US$96,14 per barel pada Senin kemarin. Harga tersebut sudah terpangkas jauh dari posisi US$103,54 per barel pada 22 Mei, bahkan merosot US$15 dari puncaknya sebesar US$112,1 per barel pada 18 Mei lalu.

Kondisi serupa dialami minyak WTI yang sebelumnya sempat mendarat di kisaran US$91-an dari posisi US$108,66 per barel pada pertengahan Mei. Penurunan tajam hingga sempat menyentuh level rendah US$90,30 per barel tersebut awalnya didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kesepakatan damai AS dan Iran.

Sikap skeptis investor terhadap komitmen pemulihan hubungan bilateral kedua negara menjadi penyebab harga minyak naik kembali. Pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan di jalur pelayaran internasional masih sangat tinggi selama dokumen resmi kesepakatan belum ditandatangani.

Kenaikan harga minyak mentah ini langsung menekan pasar keuangan domestik dan memicu pertanyaan dari pelaku pasar mengenai "kenapa IHSG turun hari ini" di berbagai forum investasi. Sentimen negatif dari komoditas energi memperlemah minat investor terhadap aset berisiko tinggi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok dan terpantau melemah 71,11 poin atau 1,15 persen ke posisi 6.135,24 menjelang akhir sesi pertama. Pergerakan indeks saham domestik bergerak fluktuatif pada rentang batas bawah 6.132,57 hingga batas atas 6.286,87.

Statistik Perdagangan Saham dan Bursa Asia

Data perdagangan bursa domestik mencatat aktivitas yang cukup padat di tengah tekanan jual. Total nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp8,31 triliun dengan volume perdagangan sebesar 14,01 miliar lembar saham.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,09 juta kali transaksi dengan komposisi emiten yang didominasi oleh zona merah. Sebanyak 419 saham bergerak melemah, 240 saham berhasil menguat, sedangkan 153 saham lainnya bergerak stagnan.

Tabel Perbandingan Harga Minyak Mentah Global per 26 Mei 2026
Jenis Minyak MentahHarga Terkini (US$/Barel)Posisi 18 Mei 2026 (US$/Barel)
Minyak Brent (Kontrak Juli)98,12112,10
Minyak WTI91,77108,66

Pelemahan IHSG terutama disebabkan oleh anjloknya saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama pasar. Saham PT Bank Central Asia Tbk menyumbang penurunan terbesar dengan bobot 11,72 poin, disusul oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Astra International Tbk.

Kondisi variatif juga melanda bursa saham di kawasan Asia Pasifik pada perdagangan Selasa pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,18 persen setelah sempat melonjak di atas 3 persen hingga menembus level psikologis 65.000 pada hari sebelumnya.

Penurunan juga melanda indeks Topix Jepang sebesar 0,36 persen serta indeks S&P/ASX 200 Australia yang melemah 0,17 persen. Sebaliknya, indeks Kosdaq Korea Selatan melonjak 2,12 persen dan membawa indeks utama Kospi melesat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah pada level 8.094,90.

Konteks Libur Panjang dan Pergerakan Emiten

Tekanan jual di pasar modal Indonesia juga diperkuat oleh faktor teknis menjelang masa libur bursa. Banyak investor memilih untuk mengamankan aset kas mereka guna menghindari risiko pasar internasional selama pasar dalam negeri tutup.

Berdasarkan aturan regulator, jadwal libur bursa Idul Adha akan jatuh pada hari Rabu dan Kamis pekan ini. Seluruh aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia akan dihentikan sementara dan baru akan dibuka kembali secara normal pada hari Jumat.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Di tengah tekanan indeks, pergerakan beberapa emiten tetap mendapatkan perhatian ketat dari otoritas bursa terkait volatilitas harga yang tidak biasa. Namun, beberapa perusahaan terpantau hanya merilis agenda korporasi rutin ke publik.

PT Transcoal Pacific Tbk telah mempublikasikan bukti iklan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Mei 2026. Langkah serupa dilakukan oleh PT Charlie Hospital Semarang Tbk yang merilis iklan panggilan RUPS pada 22 Mei 2026, sedangkan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk melakukan koreksi laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 13 Mei 2026.

Ketidakpastian politik di Timur Tengah diproyeksikan masih akan menjadi motor utama penggerak harga minyak mentah dalam beberapa waktu ke depan. Pergerakan harga energi ini secara langsung akan memengaruhi laju inflasi global serta kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed