Harga Nikel Berjangka Naik ke Level USD19.261 per Ton per 1 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga nikel berjangka melesat naik ke angka USD19.261,38 per ton pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026. Nilai komoditas logam ini mencatat kenaikan sebesar 1,62 persen dari hari sebelumnya, sekaligus menunjukkan tren pemulihan setelah sempat tertekan aksi ambil untung di pasar global.

Pergerakan positif ini sekaligus menandai kembalinya kekuatan nikel di atas level psikologis USD19.000 per ton. Sebelumnya, harga komoditas ini sempat merosot hingga menyentuh level terendah dalam hampir empat minggu terakhir di posisi USD18.555 per ton pada pertengahan Mei lalu.

Berdasarkan data instrumen keuangan Contracts for Difference (CFD), pergerakan harga nikel dalam jangka panjang juga memperlihatkan performa yang solid. Komoditas tambang ini tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14 persen dalam sebulan terakhir, serta melonjak tajam hingga 24,19 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meskipun sedang mengalami tren penguatan pada hari ini, harga nikel belakangan ini bergerak cukup volatil di pasar internasional. Kontrak berjangka untuk logam komoditas ini sempat diperdagangkan aktif di kisaran USD18.500 per ton sebelum akhirnya kembali pulih ke level saat ini.

Tekanan jual yang sempat terjadi sebelumnya dipicu oleh aksi pengambilan keuntungan (profit taking) oleh para pelaku pasar. Selain itu, melunaknya sinyal dari sisi biaya operasional produksi juga sempat menahan laju kenaikan harga nikel di bursa berjangka internasional dalam beberapa minggu terakhir.

Secara historis, pergerakan instrumen komoditas ini telah melalui berbagai siklus ekstrem dalam rentang data harian tahun 1993 hingga 2026. Berdasarkan catatan pasar, harga nikel pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka USD54.050,00 per metrik ton pada Mei 2007, sementara rekor terendah berada di angka USD3.730,50 per metrik ton.

Untuk memberikan gambaran perbandingan performa harga komoditas ini dari berbagai lini masa pasar berjangka, berikut adalah rincian data pergerakan nilai nikel yang dihimpun dari platform Trading Economics:

Tabel Performa dan Pergerakan Harga Nikel Global per 1 Juni 2026
Periode Analisis PasarPersentase Perubahan HargaKondisi Tren Komoditas
Harian (vs Hari Sebelumnya)+1,62%Menguat
Bulanan (Satu Bulan Terakhir)+0,14%Stabil Cenderung Naik
Tahunan (vs Periode Tahun Lalu)+24,19%Melonjak Tajam
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Kondisi Produksi Global dan Sektor Operasional Indonesia

Kenaikan harga nikel di pasar dunia tidak lepas dari dinamika pasokan serta aktivitas operasional di negara-negara produsen utama. Saat ini, Indonesia memegang peran yang sangat krusial karena memproduksi lebih dari setengah total output nikel di seluruh dunia dengan dukungan investasi signifikan dari mitra global seperti China.

Dari sisi suplai manufaktur, laporan terbaru dari Shanghai Metals Market mengindikasikan adanya potensi pengetatan pasokan dalam waktu dekat. Sekitar 10 persen hingga 15 persen kapasitas produksi nikel pig besi (NPI) berkualitas tinggi di kawasan Taman Industri Weda Bay dijadwalkan akan menjalani pemeliharaan rotasi dalam beberapa bulan mendatang.

Langkah pemeliharaan ini diperkirakan akan berdampak pada volume pasokan berkala di pasar regional. Di sisi lain, sebagian produksi NPI yang dialokasikan khusus untuk pembuatan baja tahan karat (stainless steel) dilaporkan telah mengalami pengurangan sejak periode Maret dan April lalu.

Faktor utama yang menyebabkan penurunan hasil produksi tersebut adalah minimnya ketersediaan bijih nikel di tingkat produsen serta tingginya biaya operasional yang harus ditanggung oleh pihak smelter. Kondisi defisit pasokan input ini pada akhirnya turut mendorong pergerakan harga komoditas ke zona hijau.

Harga Nikel Terbang ke Level Tertinggi Dua Tahun Lebih | CNBC Indonesia

Proyeksi Pasar Berjangka dan Transaksi LME

Aktivitas perdagangan nikel di bursa internasional tetap berjalan aktif dengan volume yang terjaga. Sebagai informasi bagi para pelaku industri, kontrak standar untuk komoditas nikel yang tersedia dan sah untuk diperdagangkan di Bursa Logam London (LME) memiliki berat resmi sebesar 6 ton per satu lot kontrak.

Melihat perkembangan pasar saat ini, sejumlah analisis makroekonomi mulai merumuskan perkiraan harga untuk periode-periode selanjutnya. Berdasarkan model makro global Trading Economics dan ekspektasi para analis komoditas, nikel diperkirakan akan diperdagangkan pada level USD19.082,31 per metrik ton pada akhir kuartal berjalan ini.

Lebih lanjut, radar proyeksi jangka panjang menunjukkan bahwa nilai logam industri ini masih memiliki ruang untuk bertumbuh. Para analis memproyeksikan harga nikel global berpotensi menyentuh angka USD20.477,09 per metrik ton dalam rentang waktu 12 bulan ke depan.

Meskipun demikian, pergerakan harga komoditas tetap akan bergantung pada realisasi pemeliharaan fasilitas smelter di Indonesia serta tingkat penyerapan industri baja dan baterai global di masa mendatang. Pelaku pasar terus memantau rilis data cadangan gudang LME untuk membaca arah pergerakan harga selanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed