Harga Nikel Turun ke Level Terendah Sejak Juli 2026 pada 2 September
Harga nikel hari ini, 2 September 2026, tercatat mengalami penurunan ke level terendah sejak awal Juli 2026, dengan harga sekitar 16.600 USD per ton. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar global dan kebijakan produksi nikel di Indonesia yang turut memengaruhi pasokan.
Per 1 September 2026, harga nikel di Bursa Logam London (LME) turun menjadi 16.675 USD per ton, turun 1,36% dibandingkan hari sebelumnya. Jika dilihat dalam sebulan terakhir, harga nikel mengalami penurunan sekitar 3,11% hingga 3,51%, meski secara tahunan masih menunjukkan kenaikan sekitar 8,57% hingga 9,42%. Penurunan ini juga tercermin pada kontrak 3 bulan ke depan yang turun 1,91% ke level yang sama.
Berdasarkan data LME, persediaan nikel pada akhir Agustus 2026 meningkat menjadi 268.314 ton, menandakan adanya pasokan yang cukup di pasar global.
Konteks Pasokan dan Kebijakan Produksi Indonesia
Indonesia, sebagai produsen nikel utama dunia, memainkan peran penting dalam dinamika harga nikel. Pada Januari hingga Juli 2026, Indonesia mengimpor 11,4 juta ton bijih nikel dari Filipina, naik signifikan dari 6,82 juta ton tahun sebelumnya. Namun, kuota penambangan nikel Indonesia untuk 2026 turun menjadi 260-270 juta ton dari 379 juta ton pada 2025.
Pemotongan kuota ini berdampak langsung pada pasokan nikel di pasar. Selain itu, produsen sedang mempertimbangkan pemotongan produksi HPAL (High Pressure Acid Leach) sekitar 30%, yang juga berkontribusi pada penurunan harga.
Pengaruh Pemulihan Pasokan MHP
Pasokan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sedikit pulih karena kedatangan sulfur di beberapa proyek di Indonesia. Namun, pemulihan ini belum cukup untuk menahan penurunan harga nikel secara signifikan.
Perbandingan Harga dan Proyeksi
Harga nikel tahun 2026 secara keseluruhan menunjukkan penurunan dengan pertumbuhan year to date sebesar -1,42%. Meski demikian, proyeksi harga pada akhir kuartal ketiga 2026 diperkirakan mencapai 16.882,36 USD per ton dan berpotensi naik ke 18.160,23 USD per ton dalam 12 bulan ke depan. Harga tertinggi sepanjang masa masih dipegang oleh harga Mei 2007 yaitu 54.050 USD per ton.
Dampak Kebijakan dan Prospek Harga Nikel
Kebijakan Indonesia terkait pengurangan kuota penambangan dan pemotongan produksi HPAL merupakan upaya menjaga keseimbangan pasar dan nilai komoditas. Hal ini penting mengingat Indonesia adalah salah satu pusat produksi nikel terbesar dunia.
"Penurunan kuota dan pengaturan produksi HPAL diharapkan dapat menstabilkan harga nikel di pasar global," ujar analis pasar logam dari sebuah lembaga riset industri.
Dengan kondisi supply-demand yang dinamis, harga nikel terus dipengaruhi oleh kebijakan negara produsen utama dan kondisi pasar global. Investor dan pelaku industri perlu terus memantau pergerakan harga dan kebijakan yang berlaku.
Ringkasan Data Harga dan Pasokan Nikel
- Harga nikel saat ini sekitar 16.600 USD per ton
- Persediaan nikel LME meningkat menjadi 268.314 ton akhir Agustus 2026
- Import bijih nikel Indonesia dari Filipina naik menjadi 11,4 juta ton pada Jan-Juli 2026
- Kuota penambangan Indonesia turun menjadi 260–270 juta ton pada 2026
- Produsen pertimbangkan pemotongan produksi HPAL sekitar 30%
Data Harga Nikel Per 1 September 2026
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Harga nikel spot (USD/ton) | 16.675 |
| Perubahan harga sehari | -1,36% |
| Persediaan nikel LME (ton) | 268.314 |
| Kuota penambangan Indonesia (juta ton) | 260-270 |
| Import bijih nikel Filipina (juta ton Jan-Jul 2026) | 11,4 |
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow