Harga Patokan Nikel Melambung Seiring Pemberlakuan Formula Baru ESDM

Smallest Font
Largest Font

Harga patokan nikel merangkak naik pada hari Senin, 13 Juli 2026 seiring dengan penyesuaian pasar terhadap regulasi terbaru pemerintah. Pergerakan komoditas ini didorong oleh pemberlakuan formula perhitungan baru yang merevisi tata niaga mineral domestik.

Kementerian ESDM menerapkan aturan hpm nikel esdm melalui Kepmen ESDM Nomor 144/2026. Regulasi ini merupakan perubahan atas Kepmen ESDM 268.K/MB.01/MEM.B/2025 yang resmi berlaku efektif sejak April lalu.

Langkah pemerintah mengubah formula bertujuan menciptakan keadilan pasar. Formula baru ini tidak hanya melihat kadar nikel, tetapi juga memperhitungkan mineral ikutan seperti besi, kobalt, dan krom, serta tingkat kadar air.

Perubahan mendasar juga terjadi pada satuan harga komoditas ini. Pemerintah mengubah satuan yang sebelumnya menggunakan US dolar per dry metric ton menjadi US dolar per wet metric ton.

Berdasarkan catatan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Harga Mineral Acuan atau HMA nikel merangkak naik. Pada periode kedua Juni 2026, harga berada di level US$18.799 per wet metric ton, naik dari periode sebelumnya yang sebesar US$18.642 per wet metric ton.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Pemerintah juga menetapkan Faktor Koreksi atau CF mineral sebesar 30 persen untuk nikel, besi, dan kobalt. Sementara itu, faktor koreksi untuk komoditas krom ditetapkan sebesar 10 persen.

Harga Nikel Menguat di Tengah Rencana Pangkas Pasokan | CNBC Indonesia

Dampak Regulasi Terhadap Sektor Smelter

Kebijakan baru ini memicu dinamika tersendiri di lapangan. Skema perhitungan yang baru mengubah peta transaksi antara penambang lokal dan pihak pengelola fasilitas pemurnian.

Menurut praktisi pertambangan, Andry, revisi aturan ini berhasil meningkatkan harga bijih nikel jenis limonit di pasar domestik. Namun, kondisi tersebut memicu respons negatif dari beberapa pengelola fasilitas pemurnian.

"Sejumlah smelter enggan membeli sesuai aturan resmi. Hal ini merugikan kelompok penambang kecil dan menengah yang terpaksa menjual ke smelter di luar afiliasi mereka," kata Andry.

Aktivitas Eksplorasi Emiten Tambang

Di tengah perubahan regulasi ini, para emiten pertambangan terus memacu aktivitas di lapangan. Korporasi besar tetap menggelontorkan dana besar untuk mengamankan cadangan masa depan.

Agresivitas PT Harum Energy Tbk

PT Harum Energy Tbk melalui anak usahanya, PT Position, terus mengejar target operasional. Perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp14,78 miliar selama Triwulan II 2026 untuk eksplorasi di Blok Maba 1, Halmahera Timur.

Kegiatan tersebut mencakup pengeboran kor yang menyasar ratusan titik di area konsesi. Perusahaan menggunakan metode analisis laboratorium independen untuk memastikan kualitas sampel batuan yang diambil.

Meski operasional berjalan agresif, pergerakan saham emiten berkode HRUM ini fluktuatif. Muncul pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai kenapa saham hrum turun secara akumulatif sepanjang tahun berjalan ini.

Pada perdagangan sesi pertama pukul 10.26 WIB, saham HRUM menguat ke level Rp755 per saham. Walau mencatat kenaikan bulanan sebesar 4,14 persen, performa sahamnya sepanjang tahun 2026 masih terkoreksi sebesar 29,77 persen.

Realisasi Anggaran PT Antam Tbk

Langkah serupa diambil oleh PT Antam Tbk yang mencatatkan realisasi biaya eksplorasi tambang antam yang cukup besar. BUMN tambang ini mengalokasikan dana melalui Unit Geomin untuk memetakan potensi baru.

Hingga akhir Juni 2026, anggaran eksplorasi bulanan yang terserap mencapai puluhan miliar rupiah. Aktivitas pemetaan komoditas ini tersebar di beberapa wilayah strategis luar Jawa.

Berikut adalah data sebaran aktivitas eksplorasi komoditas mineral yang dilakukan oleh perusahaan tambang pelat merah tersebut:

Daftar Lokasi Eksplorasi Mineral PT Antam Tbk Juni 2026
Komoditas MineralLokasi Wilayah Eksplorasi
EmasPongkor (Jawa Barat)
NikelKonawe Utara dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara), Marimoi (Maluku Utara)
BauksitTayan dan Landak (Kalimantan Barat)

Aktivitas pencarian cadangan baru ini didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi modern. Perusahaan memaksimalkan Sistem Informasi Geografis untuk memetakan struktur geologi secara presisi.

Pasar komoditas diperkirakan akan terus bergerak menyesuaikan formula baru dari Kementerian ESDM ini. Para pelaku industri saat ini fokus memitigasi selisih harga serapan di tingkat smelter domestik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed