IDAI Imbau Orang Tua Tidak Tunda Penanganan Keracunan Makanan Anak
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mencurigai keracunan makanan tanpa menunda. Imbauan ini disampaikan dalam media briefing pada Jumat (11/9/2026) untuk mencegah bahaya keterlambatan penanganan medis.
IDAI menegaskan bahwa penanganan yang terlambat jauh lebih berbahaya dibandingkan jenis kuman penyebab keracunan. Gejala umum yang biasanya muncul pada anak keracunan makanan adalah mual, muntah, nyeri perut, diare cair, atau BAB berdarah, dilansir dari Detik Health.
Selain itu, terdapat gejala tidak khas yang perlu diwaspadai seperti demam, nyeri kepala, pandangan kabur, kelemahan anggota gerak, dan kesemutan. Tanda dehidrasi juga sering muncul, seperti mulut kering, haus terus-menerus, pusing, jarang berkemih, warna air kemih pekat, dan kondisi lemas.
Ketua UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Dr dr Yogi Prawira, Sp A, Subsp. ETIA(K), menjelaskan empat indikator utama yang dapat membantu orang tua mengenali keracunan makanan pada anak.
"Jangan menunda ke fasilitas kesehatan karena menunggu ramuan penawar racun bekerja. Keterlambatan datang ke fasilitas kesehatan lebih berbahaya daripada jenis kuman penyebab," ujar dr Yogi.
Menurut dr Yogi, indikasi keracunan makanan bisa dikenali melalui gejala yang muncul secara berkelompok pada orang yang berbagi makanan atau minuman yang sama.
"Jadi kalau ada puluhan anak muntah waktu bersamaan, sumber yang sama, pola berkelompok ini, pola KLB ini, menjadi salah satu yang paling kuat," tambahnya.
Selain itu, paparan risiko tinggi dari makanan seperti daging atau unggas kurang matang, susu tanpa pasteurisasi, makanan laut mentah, air sumur atau banjir, susu formula bubuk, serta pemberian madu pada bayi di bawah 12 bulan harus diperhatikan.
Dr Yogi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan riwayat perjalanan ke daerah dengan keamanan pangan dan air yang kurang terjamin serta pola musiman patogen yang dapat menyebabkan keracunan.
Selang waktu antara konsumsi makanan dan munculnya gejala juga menjadi petunjuk penting untuk menelusuri penyebab keracunan makanan dengan tepat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow