IHSG Anjlok Ke Level 6.405 Akibat Aksi Demo 27 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia merosot sebesar 1,48 persen atau 95,98 poin ke posisi 6.405,69 pada Rabu (26/8/2026) sore akibat kewaspadaan investor terhadap potensi ketidakstabilan keamanan menjelang demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Pelemahan ini menguji area support psikologis indeks di level 6.400 setelah sempat dibuka menguat namun terus tertekan hingga penutupan perdagangan. Indeks LQ45 turut merosot 1,46 persen ke angka 632,55, sementara seluruh sebelas sektor saham tercatat mengalami penurunan dengan sektor transportasi dan logistik terkoreksi paling tajam hingga 4,04 persen.
Aksi unjuk rasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat di depan gedung DPR/MPR RI menjadi fokus utama pasar, di samping agenda uji kelayakan calon Gubernur Bank Indonesia dan penilaian Fitch Ratings terkait target pertumbuhan ekonomi nasional.
Analis Phintraco Sekuritas menilai sentimen dari dalam negeri dan tertekannya nilai tukar rupiah memperberat pergerakan pasar saham pada Rabu seiring meningkatnya kehati-hatian terhadap risiko domestik.
"Seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik," kata analis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, indikator teknikal MACD masih berada di area positif walau Stochastic mulai berbalik turun dari area overbought.
"Dengan demikian, diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.350-6.450 pada perdagangan Kamis (27/8)," imbuh analis Phintraco Sekuritas.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan indeks saham berpotensi melanjutkan tren pelemahannya akibat dinamika unjuk rasa tersebut.
"IHSG diprediksi akan bergerak melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.345/6.285 dan resist 6.465/6.530," jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia.
Merespons situasi perdagangan, Head of Research Retail MNC Sekuritas memaparkan kalkulasi teknikal pergerakan gelombang indeks saham.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290-6.394," ungkap Herditya, Head of Research Retail MNC Sekuritas.
Pihak MNC Sekuritas memproyeksikan target pergerakan lanjutan apabila indeks berhasil membalas pergerakannya ke zona hijau.
"Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi berjalan damai, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri terjaga," ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.
Nico menambahkan bahwa fokus investor domestik juga tertuju pada proses pencalonan kepemimpinan baru di Bank Indonesia.
"Pelaku pasar menanti pandangan nakhoda baru Gubernur BI terkait arah kebijakan moneter, pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta strategi menjaga arus modal asing," ujar Nico.
Perkembangan positif dalam diplomasi di kawasan Timur Tengah turut memberikan sentimen penahan dari ranah internasional.
"Sehingga, penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz juga mengurangi tekanan terhadap inflasi," ujar Nico.
Analis ekonomi memberikan pandangan terkait reaksi para pemilik modal terhadap dinamika politik dan keamanan di dalam negeri.
"Demo 27 Agustus tentu menjadi tambahan sentimen negatif bagi pasar, terlebih IHSG hari ini sudah terkoreksi sekitar 1,48 persen ke level 6.405. Namun pasar tidak akan serta-merta menghukum Indonesia hanya karena ada demonstrasi," kata M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef.
Rizal menjelaskan bahwa pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi lapangan guna menilai tingkat risiko investasi.
"Yang dihitung investor adalah apakah aksi tersebut berhenti sebagai ekspresi demokrasi atau berkembang menjadi instabilitas politik, gangguan aktivitas ekonomi, dan ketidakpastian kebijakan. Jika berlangsung tertib, dampaknya kemungkinan sebatas peningkatan volatilitas jangka pendek," beber M. Rizal Taufikurahman.
Terkait potensi larinya modal asing dari pasar domestik, Indef mengimbau agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ekstrem.
"Saya kira terlalu dini menyimpulkan investor asing akan hengkang besar-besaran. Capital outflow baru menjadi risiko serius ketika demonstrasi meningkatkan risk premium Indonesia," tegas M. Rizal Taufikurahman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow