IHSG Berpeluang Menguat Target 6.544 Pasca Rebalancing MSCI

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan menuju target rentang 6.440 hingga 6.544 pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Pergerakan indeks didorong aksi beli bersih investor asing pasca pengumuman evaluasi indeks MSCI serta penantian arah kebijakan fiskal pemerintah.

Sebelumnya pada penutupan Kamis (12/8/2026), IHSG terkoreksi 1,13 persen ke level 6.301 dengan munculnya tekanan jual, namun pergerakannya masih tertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Sehari sebelumnya pada Rabu (12/8/2026), IHSG sempat melesat 1,69 persen ke level 6.373,85 yang ditopang net buy asing sebesar Rp725 miliar di seluruh pasar. Kenaikan saat itu ditopang oleh saham-saham sektor infrastruktur, energi, serta penguatan saham grup Barito seperti BREN yang melonjak 13,29 persen dan BRPT yang naik 7,14 persen.

Di sisi lain, pasar keuangan domestik masih diwarnai tekanan pada mata uang. Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,20 persen ke posisi Rp17.865 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring sikap hati-hati pelaku pasar terhadap rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat serta proyeksi arah suku bunga The Fed.

Analisis dari tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berada pada fase gelombang teknikal yang mendukung kenaikan jangka pendek, meski opsi koreksi tetap terbuka.

"Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b)," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya pada Jumat (14/8/2026).

MNC Sekuritas menetapkan area support teknikal berada di 6.201 dan 6.029, sementara level resistance terdekat berada di 6.454 dan 6.599.

Sikap optimis juga disampaikan oleh pihak analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia mengenai respons pasar terhadap penyesuaian portofolio global MSCI periode Agustus 2026 yang menghapus 10 saham Indonesia tanpa penambahan emiten baru.

"Ekspektasi tidak adanya kejutan negatif mendorong bargain hunting dan pre-positioning investor," jelas analis BRI Danareksa dalam riset resminya.

Tim analis BRI Danareksa menambahkan bahwa secara teknikal batas resistance terdekat berada pada level 6.385. Jika IHSG mampu menembus area tersebut, pergerakan indeks berpotensi berlanjut menuju sasaran berikutnya di level 6.450 dengan dukungan support pada rentang 6.240 hingga 6.190.

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri turut dipengaruhi oleh agenda politik-ekonomi nasional yang melibatkan kepala negara.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpotensi menguji area 6.400 pada perdagangan Kamis, meskipun dinamika sentimen global dapat memicu pergerakan mixed.

Selain faktor teknikal bursa, pelaku pasar modal saat ini mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada Jumat. Dalam pidato tersebut, Presiden akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang APBN 2027, Nota Keuangan, beserta arah kebijakan fiskal nasional.

Riset terpisah dari MNC Sekuritas yang dipimpin oleh Herditya Wicaksana memaparkan dua skenario utama bagi laju IHSG. Dalam skenario positif, indeks diperkirakan menguat menuju 6.400-6.544, namun berisiko berbalik arah ke kisaran 5.890-6.192 apabila gagal mempertahankan momentum kenaikan.

Untuk perdagangan Jumat (14/8/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness untuk saham BMRI pada area Rp3.910-Rp4.040 dengan target price Rp4.270-Rp4.360, serta RAJA pada area Rp750-Rp805. Sementara saham INDF dan ULTJ direkomendasikan Trading Buy masing-masing pada kisaran harga Rp7.250-Rp7.350 dan batas rugi di bawah Rp1.480.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed