IHSG Ditutup Melemah Ke Level 6589 Tertekan Saham Big Caps

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gambungan (IHSG) meluncur ke zona merah setelah ditutup merosot 1,33 persen di posisi 6.589 pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026) di Bursa Efek Indonesia. Penurunan ini dipicu oleh performa negatif saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) serta deretan saham berkapitalisasi besar lainnya.

Pergerakan indeks bergerak pada rentang area level 6.712 hingga mencapai titik terendah di 6.585 sepanjang hari. Berdasarkan data Bloomberg, lonjakan tensi geopolitik di Timur Tengah akibat ancaman Iran yang siap menghadapi perang intensif serta janji peningkatan serangan terhadap Amerika Serikat turut menekan pergerakan bursa.

Sentimen negatif pasar diperkuat oleh lonjakan probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi 62,2 persen pada September 2026 berdasarkan CME FedWatch Tools. Kondisi ini dipicu oleh harga minyak Brent yang menembus angka US$102,07 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli, disusul melemahnya nilai tukar rupiah sebesar 0,15 persen ke level Rp17.539 per dolar AS.

Data BEI mencatatkan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp21,58 triliun dari 51,07 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,67 juta kali. Sebanyak 516 saham tercatat mengalami pelemahan, 150 saham menguat, dan 127 saham berada di posisi stagnan. Sektor energi, transportasi, dan infrastruktur menjadi penekan utama dengan kontraksi masing-masing sebesar 2,05 persen, 1,81 persen, dan 1,31 persen.

Daftar Saham Big Caps Pemberat IHSG
NoEmitenPengurangan Poin
1PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)-14,67
2PT Bayan Resources Tbk (BYAN)-11,06
3PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)-8,87
4PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)-5,17
5PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)-4,23
6PT Bumi Resources Tbk (BUMI)-3,69
7PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)-3,09
8PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)-2,78
9PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)-2,42
10PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)-2,24

Kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN akibat melambungnya harga minyak juga turut memicu tekanan pada pasar modal domestik. Secara teknikal, pergerakan indeks ditutup di bawah level MA-5 dan MA-10, sementara indikator MACD serta Stochastic RSI telah membentuk pola death cross.

Analis Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa posisi IHSG saat ini sedang menguji area teknikalnya.

"Jika break dari level tersebut, berpeluang menguji level support selanjutnya di 6.460–6.500," papar Phintraco Sekuritas, Kamis (10/9/2026).

Riset dari Panin Sekuritas juga mencatat posisi IHSG yang ditutup di bawah support MA-5 pada level 6.630 berpotensi melanjutkan penurunan ke support MA-20 di level 6.529. Lebih lanjut, MA-50 di level 6.420 diharapkan mampu menopang pergerakan indeks sebelum melakukan rebound menuju resistance 6.713.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed