IHSG Berpotensi Melemah ke Level 5899 pada Awal Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menghadapi tekanan jual lanjutan menuju area support 5.899 pada perdagangan awal pekan, Senin, 25 Mei 2026. Laporan MNC Sekuritas menunjukkan bahwa indeks saham domestik tersebut saat ini masih terjebak dalam fase bearish jangka pendek.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sebenarnya ditutup menguat sebesar 1,10 persen ke level 6.162. Kendati demikian, MNC Sekuritas mencatat adanya koreksi mendalam sebesar 8,35 persen pada timeframe mingguan yang diiringi oleh peningkatan tekanan jual secara signifikan.
MNC Sekuritas kini menetapkan area support krusial IHSG pada level 5.996 dan 5.899, sedangkan wilayah resistance diproyeksikan berada di rentang 6.318 hingga 6.459. Potensi penguatan teknikal dinilai masih ada meskipun belum mampu mengubah arah tren pasar secara keseluruhan.
"Posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam," tulis Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset Daily Scope Wave edisi 25 Mei 2026.
Koreksi lanjutan tersebut diperkirakan bakal menguji batas-batas support yang telah dipetakan demi melihat kekuatan daya beli di pasar modal.
"IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya," ujar Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas.
Guna menghadapi tekanan pasar ini, sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan bagi para pelaku pasar, yakni ASII, HRUM, ISAT, dan PSAB. Strategi beli saat melemah atau buy on weakness disarankan untuk saham ASII pada rentang harga 5.025 hingga 5.325 setelah saham tersebut melemah ke level 5.400 dengan target harga di level 5.600 sampai 5.975.
Saham HRUM juga mendapatkan rekomendasi buy on weakness pada area 730 hingga 775 setelah mencatatkan lonjakan volume pembelian sebesar 11,27 persen ke level 790 dengan target harga pada kisaran 850 dan 890. Sementara itu, saham ISAT yang masih didominasi tekanan jual direkomendasikan untuk dibeli pada area 1.965 hingga 2.020 dengan target harga 2.120 sampai 2.220.
Pilihan terakhir jatuh pada saham PSAB dengan rekomendasi trading buy di area 394 hingga 416 setelah mencatatkan kenaikan pesat 14,52 persen ke level 426, dengan target harga dipatok pada level 446 dan 472. Di samping pergerakan harga saham, pasar juga diramaikan oleh agenda aksi korporasi emiten seperti jadwal cum dividend untuk WTON, NTBK, GGRP, TPIA, HYGN, dan WINS, serta jadwal ex dividend untuk PLIN, MDLA, CHEM, TGKA, dan CITA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow