IHSG Diprediksi Menguat Terbatas pada Perdagangan Awal Pekan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Senin (13/7/2026). Pergerakan ini terjadi saat pelaku pasar masih mencermati fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, perkembangan harga komoditas global, serta data inflasi Amerika Serikat.
Penguatan indeks pada akhir pekan sebelumnya tercatat naik 0,20 persen ke level 5.924,36 pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Meskipun mata uang rupiah di pasar spot sempat menguat 0,35 persen menjadi Rp 18.065 per dollar AS pada hari yang sama, namun secara mingguan mata uang Garuda terpantau melemah 0,56 persen jika dibandingkan posisi Rp 17.963 per dollar AS pada 3 Juli 2026.
Proyeksi pergerakan indeks saham domestik ini dipengaruhi oleh sejumlah indikator teknikal serta fluktuasi nilai tukar mata uang.
“Untuk Senin kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 5.904 dan resistance 5.939, dimana kami perkirakan investor masih mencermati nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi dan juga pergerakan harga komoditas dunia,” ujar Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas kepada Kompas.com pada Minggu (12/7/2026).
Terdapat sejumlah saham yang direkomendasikan oleh pihak MNC Sekuritas untuk dicermati oleh para investor pada perdagangan awal pekan ini. Beberapa di antaranya meliputi PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan target Rp 1.115 sampai Rp 1.225, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di kisaran Rp 4.180 sampai Rp 4.270, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dengan target Rp 1.625 sampai Rp 1.700 per saham.
Di sisi lain, kenaikan cadangan devisa Indonesia sebesar 145,6 miliar dollar AS turut memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. Faktor eksternal seperti risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang mengindikasikan suku bunga tinggi bertahan lebih lama ikut memengaruhi kondisi ini.
“Namun, dampaknya relatif terbatas karena perhatian investor asing masih lebih tertuju pada evaluasi MSCI dan FTSE Russell yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap arus dana pasif,” ucap Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas.
Menurut pantauan pasar, penguatan indeks saham sejauh ini belum ditopang secara optimal oleh peningkatan likuiditas maupun aliran modal asing ke dalam negeri.
“Sehingga, pasar masih bergerak dalam fase rebound terbatas dan cenderung sensitif terhadap perkembangan sentimen global,” tutur Reza Diofanda.
Kondisi grafik pergerakan indeks saat ini mulai memperlihatkan tanda pemulihan secara teknis yang searah dengan indikator MACD.
“Momentum teknikal mulai membaik seiring MACD yang bergerak positif. Namun, IHSG masih perlu menembus area 6.000 sebagai konfirmasi penguatan lanjutan,” lanjut Reza Diofanda.
Bagi para pelaku pasar, BRI Danareksa Sekuritas mengeluarkan rekomendasi saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan target harga Rp 670 sampai Rp 685, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) pada kisaran Rp 1.480 sampai Rp 1.520, serta saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) untuk trading buy dengan target Rp 1.020 sampai Rp 1.050 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow