IHSG Melesat Ke Level 6501 Dan Sektor Bahan Baku Memimpin

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,67 persen atau naik 107,46 poin menuju posisi 6.501,59 pada akhir perdagangan Kamis (20/8/2026). Penguatan pasar saham domestik tersebut didorong oleh lonjakan performa saham-saham berbasis komoditas dan bahan baku.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi bursa mencapai Rp14,75 triliun dengan volume 42,46 miliar lembar saham. Sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,10 persen, disusul sektor utilitas sebesar 1,23 persen dan sektor energi sebesar 1,22 persen.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan nilai transaksi terbesar yakni Rp715,90 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp661,29 miliar. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 92 poin atau 0,52 persen ke posisi Rp17.748,4 per dolar AS.

Penguatan indeks didukung oleh lonjakan volume perdagangan yang membawa IHSG mendekati garis MA100.

"Namun perlu diwaspadai sentimen negatif eksternal dan menjelang akhir pekan," kata analis Phintraco Sekuritas.

Lonjakan volume pembelian berhasil membawa IHSG mencapai target penguatan awal di level 6.500.

"Hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target berikutnya di 6.544," kata Herditya Wicaksana, analis MNC Sekuritas.

Analis MNC Sekuritas memperingatkan potensi koreksi jika skenario terburuk terjadi di mana IHSG masuk ke fase wave (b).

Dinamika pasar turut dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Di sisi lain, indeks utama Wall Street cenderung tertekan akibat kenaikan yield US Treasury, sedangkan harga minyak mentah WTI menguat ke posisi US$85,59 per barel.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed