IHSG Naik 1 Persen dan Investor Asing Catat Beli Bersih Rp398 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan melesat 1,00 persen atau naik 66,76 poin ke level 6.686,44 pada penutupan perdagangan Selasa (8/9/2026). Penguatan indeks saham ini ditopang oleh aksi beli bersih investor asing sebesar Rp398,12 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.
Lonjakan IHSG didorong oleh menguatnya mayoritas indeks sektoral, seperti IDX Barang Baku, IDX Energi, dan IDX Keuangan. Sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau pada rentang level 6.636 hingga 6.696, dengan total nilai transaksi pasar mencapai Rp15,75 triliun.
Arus masuk modal asing mengalami pemulihan signifikan dibandingkan hari bursa sebelumnya yang mencatatkan jual bersih sebesar Rp590,18 miliar. Nilai transaksi pembelian investor asing melesat dari Rp2,95 triliun menjadi Rp4,16 triliun, sementara transaksi penjualan asing naik ke angka Rp3,78 triliun.
Saham sektor perbankan dan tambang menjadi incaran utama investor asing. PT Bank Central Asia Tbk memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai Rp269,7 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp166 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk senilai Rp119 miliar.
Di sisi lain, saham PT Bumi Resources Tbk mencatatkan jual bersih tertinggi oleh investor asing sebesar Rp178,1 miliar dengan volume mencapai 790 juta lembar. Aksi pelepasan oleh pemodal asing juga melanda saham PT Chandra Asri Pacific Tbk sebesar Rp85,8 miliar dan PT Astra International Tbk senilai Rp69,6 miliar.
Pergerakan saham BBRI menunjukkan pertumbuhan paling pesat di antara kelompok bank KBMI IV dalam kurun sebulan terakhir hingga 8 September 2026 dengan kenaikan 8,60 persen ke level Rp3.410. Saham BBNI menyusul dengan kenaikan 6,03 persen, BMRI menguat 4,24 persen, dan BBCA naik 3,89 persen.
Akumulasi pembelian asing pada saham BBRI mencapai Rp2,12 triliun di pasar reguler selama sebulan terakhir. Kinerja positif ini melampaui total nilai beli bersih saham BBCA yang tercatat sebesar Rp2,06 triliun, saham BMRI sebesar Rp464,13 miliar, dan saham BBNI sebesar Rp177,96 miliar.
Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp4.100 per lembar saham karena didukung oleh pertumbuhan laba semester I-2026 sebesar 17 persen. Target tersebut didasarkan pada peningkatan rasio pengembalian ekuitas yang menyentuh 18,8 persen serta perbaikan kualitas aset perseroan.
"Pertumbuhan laba, ekspansi kredit, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan dana murah BBRI menjadi sejumlah faktor yang mendukung rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 4.010 per saham," tulis analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi dalam riset terbarunya.
KB Valbury Sekuritas mencatat lompatan laba bersih BBRI yang mencapai Rp30,86 triliun pada semester I-2026 didukung oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.645,5 triliun, yang utamanya ditopang oleh segmen korporasi dan komersial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow