IHSG Mampu Tembus 6500 Usai Asing Borong Saham Tambang

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 107,46 poin atau 1,68 persen hingga menembus level psikologis 6.501,59 pada perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026. Lonjakan indeks sektor bahan baku ini dipicu oleh aksi beli bersih investor asing senilai Rp680,5 miliar, dengan saham tambang dan komoditas sebagai sasaran utama pencatatan net buy.

Data perdagangan bursa mencatat total nilai pembelian asing pada Kamis mencapai Rp5,354 triliun berbanding nilai penjualan Rp4,674 triliun. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memimpin jajaran net buy terbesar dengan nilai Rp408,1 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp292,2 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp138,8 miliar.

Penguatan signifikan ini membukukan pemulihan IHSG setelah pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, indeks sempat terkoreksi 55,7 poin atau 0,86 persen ke posisi 6.394. Pada hari tersebut, investor asing sebenarnya mencatatkan beli bersih keseluruhan pasar sebesar Rp933,5 miliar, meski di pasar reguler masih membukukan jual bersih sebesar Rp488,49 miliar hingga Rp539,5 miliar.

Tinggi angka net buy asing pada perdagangan Rabu ditopang oleh transaksi jumbo PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di pasar negosiasi dengan nilai beli bersih mencapai Rp1,47 triliun dari total transaksi Rp1,56 triliun. Tanpa memperhitungkan transaksi DSSA, arus dana asing di pasar reguler sebenarnya berada dalam posisi tertekan.

Selain transaksi negosiasi DSSA, saham tambang PT Timah Tbk (TINS) turut menjadi incaran utama investor pada Rabu dengan net buy Rp158,86 miliar yang mendorong harga sahamnya menguat 3,85 persen ke posisi Rp4.050 per saham. Sebaliknya, aksi jual bersih asing paling masif menimpa PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp73,16 miliar sehingga harganya turun 1,25 persen ke level Rp4.730 per saham.

Dinamika pasar saham ini berlangsung di tengah keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur periode Agustus 2026. Langkah tersebut diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari gejolak global serta memastikan inflasi tetap berada pada target 2,5 plus minus 1 persen.

"Keputusan BI ini sesuai dengan pandangan kami, di mana kami menilai BI akan memasuki fase wait and see setelah menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin (bps) sejak Mei," sebut Panin Sekuritas dalam catatannya.

Penguatan IHSG ke level 6.501,59 pada Kamis ditutup setelah indeks sempat bergerak di rentang terendah 6.444 dan menyentuh level tertinggi 6.514 sepanjang jam perdagangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed