India Disiapkan Insentif Rp18 Triliun Tekan Impor Alat Berat

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah India memfinalisasi rencana insentif senilai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp18,7 triliun untuk mendorong produksi dalam negeri alat berat infrastruktur dan konstruksi berteknologi tinggi. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pasokan mesin penting dari Tiongkok.

Skema yang akan berjalan selama tujuh tahun ini ditargetkan mampu menarik investasi baru sebesar 1,8 miliar dolar AS. Insentif ini mencakup pembuat mesin bor terowongan (TBM), peralatan pemadam kebakaran, hingga lift untuk gedung bertingkat tinggi.

Penguatan manufaktur domestik dipicu oleh penurunan drastis impor mesin pembuat terowongan dari Tiongkok pascabentrokan perbatasan pada 2020. Nilai impor mesin bor terowongan asal Tiongkok merosot dari 18 juta dolar AS menjadi hanya 800 ribu dolar AS pada periode 2025-2026 akibat hambatan pabean dan pembatasan perdagangan.

Pasar peralatan konstruksi India saat ini bernilai 10,5 miliar dolar AS dan diproyeksikan terus tumbuh seiring pesatnya pembangunan jalan raya, kereta metro, serta bandara. Program insentif tersebut dirancang dengan menetapkan target tingkat komponen dalam negeri (TKDN) agar produsen tidak sekadar merakit komponen impor.

Sejumlah perusahaan manufaktur seperti BEML yang berencana memproduksi mesin bor terowongan secara mandiri, serta Larsen & Toubro dan Johnson Lifts diproyeksikan menjadi penerima manfaat dari kebijakan insentif ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed