Harga Nikel LME Jatuh ke Kisaran 19.160 USD per Ton Sore Ini
Harga nikel dunia di London Metal Exchange atau LME mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,28 persen ke level 19.160,75 USD per metrik ton pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika aktivitas manufaktur global serta rencana perawatan fasilitas pengolahan di beberapa kawasan industri utama.
Koreksi harian ini melanjutkan tren konsolidasi yang terjadi sejak awal pekan di pasar komoditas logam dasar. Berdasarkan data perdagangan teranyar, pergerakan harga nikel saat ini masih bertahan di atas batas psikologis 19.000 USD per ton setelah sempat fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir.
Perkembangan harga ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri berat mengingat nikel merupakan bahan baku utama pembuatan baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik. Pelemahan tipis hari ini memicu penyesuaian nilai kontrak perdagangan berjangka di berbagai bursa internasional.
Menurut laporan harian Trading Economics, penurunan hari ini menggenapi koreksi berturut-turut setelah pada hari sebelumnya, Selasa (2/6/2026), harga nikel juga turun tipis 0,05 persen ke posisi 19.215 USD per ton. Fluktuasi ini mencerminkan sikap hati-hati para investor di pasar kontrak berjangka.
Meskipun mengalami penurunan dalam skala harian, performa jangka panjang komoditas ini sejatinya masih menunjukkan tren positif yang cukup kuat. Jika dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun lalu, harga nikel saat ini tercatat sekitar 24,99 persen lebih tinggi.
Sebagai perbandingan komparatif, berikut adalah tabel visualisasi pergerakan harga kontrak berjangka nikel di bursa global dalam beberapa rentang waktu terakhir:
| Periode Analisis | Persentase Perubahan | Status Pasar |
|---|---|---|
| Harian (3 Juni vs 2 Juni) | -0,28% | Melemah |
| Bulanan (Mei - Juni) | -0,39% | Konsolidasi |
| Tahunan (Year-on-Year) | +24,99% | Menguat |
Secara historis dalam kurun waktu 1993 hingga 2026, harga nikel pernah menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada angka 54.050,00 USD per metrik ton yang terjadi pada Mei 2007. Sementara itu, tingkat terendah historis berada pada level 3.730,50 USD per metrik ton.
Faktor Manufaktur Tiongkok dan Produksi Indonesia
Penurunan harga nikel belakangan ini sangat erat kaitannya dengan kondisi sektor riil di negara konsumen terbesar dunia. Indeks Manajer Pembelian atau PMI manufaktur Tiongkok dilaporkan berada tepat di ambang ekspansi, yakni pada angka 50,0 untuk periode Mei.
Kondisi manufaktur yang stagnan tersebut memicu kekhawatiran pasar terkait volume penyerapan nikel untuk kebutuhan industri baja nirkarat dalam waktu dekat. Para pelaku pasar kini terus memantau apakah angka penyerapan tersebut akan membaik pada kuartal kedua ini.
Di sisi pasokan, dinamika operasional di Indonesia sebagai produsen terbesar global memegang peranan yang sangat vital. Saat ini Indonesia diketahui memproduksi lebih dari setengah atau di atas 50 persen dari total output nikel di seluruh dunia.
Informasi terbaru dari sektor hulu menyebutkan bahwa sekitar 10 persen hingga 15 persen kapasitas produksi nikel pig besi atau NPI berkualitas tinggi di Taman Industri Weda Bay dijadwalkan bakal menjalani pemeliharaan rotasi. Proses perawatan ini diprediksi berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Ketentuan Perdagangan Kontrak Berjangka
Perdagangan komoditas nikel di bursa internasional dilakukan dengan standardisasi yang ketat untuk menjaga likuiditas. Pasar kontrak berjangka menetapkan ukuran penyerahan barang yang seragam bagi setiap pihak yang bertransaksi.
Berdasarkan regulasi resmi bursa London Metal Exchange, berat standar untuk satu lot kontrak perdagangan berjangka nikel ditetapkan sebesar 6 ton. Standardisasi ini berlaku untuk semua produk nikel murni yang terdaftar resmi di gudang LME.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, pergerakan harga nikel di pasar spot domestik maupun internasional terus berfluktuasi secara dinamis mengikuti rilis data ekonomi makro Amerika Serikat dan kebijakan ekspor dari negara-negara produsen utama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow