Indonesia Masuk Kawasan dengan Kasus Batu Ginjal Tinggi
Indonesia termasuk dalam kawasan yang memiliki persentase pengidap batu ginjal dan saluran kemih tinggi, dikenal sebagai 'stone belt of the world'. Kondisi iklim tropis dan kebiasaan masyarakat menjadi faktor utama fenomena ini, dilansir dari Detik Health.
Spesialis urologi dari Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, menyatakan bahwa Indonesia memiliki proporsi penderita batu ginjal terbesar secara persentase dibandingkan negara lain.
"Artinya Indonesia ini paling banyak penduduknya yang menderita batu di ginjal dan saluran kencing. Ini penelitiannya secara persentase," ujar dr Boyke.
Faktor lingkungan seperti cuaca panas dan lembap di Indonesia membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan. Selain itu, kandungan endapan dari air minum yang dimasak di beberapa wilayah turut memengaruhi terbentuknya batu ginjal.
Gaya hidup kurang minum air putih dan pola makan tidak teratur, termasuk konsumsi gorengan dan camilan kacang-kacangan, juga menjadi pemicu.
dr Boyke menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi diserap tubuh dan disaring ginjal, di mana sisa makanan yang berpotensi mengkristal dapat membentuk batu jika tidak diimbangi olahraga dan asupan cairan yang cukup.
"Nah kristal ini kalau tersimpan di ginjal, kalau tidak ada olahraga, kurang minum, akibatnya dia akan mengumpul menjadi batu. Makanya jadinya ginjalnya bekerja lebih keras," jelas dr Boyke.
Untuk mencegah batu ginjal, dr Boyke mengimbau masyarakat menjalani pola hidup seimbang dengan makan, minum, olahraga, dan istirahat yang cukup.
"Maka alangkah baiknya kita hidup seimbang. Menjadi manusia yang mengerti mengenai masalah diri kita dengan makan yang sesuai, minum yang sesuai dan cukup, olahraga juga istirahat pun demikian," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow