Indra Bruggman Kenang Awal Perjalanan Karier Modeling dan Aktor

Smallest Font
Largest Font

Aktor Indra Bruggman membagikan kisah perjalanan kariernya di industri hiburan yang bermula dari dunia modeling saat masih berusia 14 tahun. Pengalaman masa remaja tersebut menjadi batu loncatan awal sebelum dirinya dikenal luas sebagai pemain sinetron, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Sesi pemotretan pertama Indra berlangsung tanpa modal pengalaman bergaya di depan kamera. Tawaran tersebut datang langsung dari tetangganya di kampung halaman yang berprofesi sebagai perancang busana di Jakarta.

"Wah... ini foto, waktu kalau gak salah umurnya 14 tahun, belum masuk ke dalam dunia entertain. Ini diajak foto pertama kali sama ada desainer. Kita satu kampung, tetangga. Beliau jadi desainer di Jakarta, terus ya udah ngajak foto saya," kata Indra Bruggman saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan.

Indra mengakui ekspresi wajahnya masih sangat kaku saat menjalani proses pengambilan gambar tersebut.

"Ini baru pertama kali dan saya ngambil... masih gak bisa senyum. Jadi fotonya cemberut aja kayak gini," tuturnya.

Hasil dari pekerjaan pertamanya itu tidak berupa uang tunai. Perancang busana tersebut memberikan kompensasi berupa sepasang pakaian muslim.

"Dibayar pakai baju kalau gak salah ya. Heeh, baju busana muslimnya," ujar Indra.

Pemberian busana tersebut menjadi pakaian kesayangan yang terus ia kenakan saat momen perayaan hari raya selama beberapa tahun berturut-turut.

"Dan itu baju jadi andalan gue selama mungkin empat kali Lebaran karena baju muslim kan. Dan, gue suka banget sama bajunya dan gak pernah beli baju lagi selama empat tahun," ungkapnya.

Langkah Indra di dunia modeling makin terbuka lebar usai mengikuti kompetisi ajang pencarian bakat remaja di era 1990-an.

"Ini... oh ini waktu ikutan perlombaan model Cover Boy, kalau dulu mah ada majalah Aneka. Tahun '95, SMP kelas 1," kata Indra.

Sesi foto untuk kompetisi tersebut diarahkan oleh salah satu fotografer senior asal Jakarta.

"Ini difotonya sama fotografer dari Jakarta namanya Mas Edi Bogel. Dia lumayan legend tapi udah almarhum. Ya ini hasil fotonya kalau nggak salah," ungkapnya.

Pria kelahiran Tasikmalaya ini juga harus melewati masa-masa canggung ketika mulai diwawancarai media infotainment untuk pertama kalinya.

"Kalau dulu ketawa, kalau sekarang udah gak malu lagi. Kalau dulu rasanya gue mau pengin pingsan," kenangnya.

Rasa gugup melingkupinya karena belum terbiasa berbicara di depan kamera stasion televisi.

"Pertama kali gue dari Tasik, ini masih pakai seragam... gue syuting beberapa kali, dan ini pertama kali gue diwawancara dan gue nggak tahu harus ngapain, harus ngomong apa," lanjutnya.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam format wawancara menjadi tantangan tersendiri akibat kebiasaannya menggunakan bahasa daerah sehari-hari.

"Gitu, dan logat gue tuh yang sok alim karena memang gimana ya, gue biasa ngomong bahasa Sunda tiba-tiba harus ngomong pakai bahasa Indonesia. Gitu, jadi grogi banget," bebernya.

Rekaman dokumentasi masa lalu itu kini menjadi pengingat penting bagi perjalanan panjang Indra Bruggman dalam mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed