Betrand Peto Membantah Tuduhan Kekerasan Seksual di SCBD

Smallest Font
Largest Font

Penyanyi Betrand Peto Putra Onsu membantah tegas dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang dituduhkan kepadanya di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Betrand bersama kuasa hukumnya dalam konferensi pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (14/9/2026), seperti dilansir dari Detik Hot.

Putra angkat presenter Ruben Onsu tersebut memastikan narasi yang beredar di media sosial sama sekali tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya di lokasi. Betrand menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dalam membantu proses penyelidikan yang tengah berjalan di Polda Metro Jaya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang, gitu," tegas Betrand Peto dalam konferensi pers di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026).

Pemuda yang akrab disapa Onyo ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengarang cerita dan siap mematuhi seluruh prosedur hukum yang berlaku.

"Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali. Dan aku di sini, aku ada di sini untuk siap untuk mengikuti semua rules-rules yang sudah ditetapkan, aturan-aturan yang sudah ada, aku di sini. Dan aku nggak akan tambah-tambahin kata-kata, tambah-tambahin cerita, dan aku siap, gitu," ujar Betrand Peto.

Selain menjaga nama baik pribadi serta marwah keluarganya, Betrand juga merasa heran dengan laporan tersebut lantaran sama sekali tidak mengenal sosok wanita yang menjadi pelapor.

"Aku pasti menjaga nama baikku dan menjaga nama orang tuaku, gitu. Karena satu, ya aku tiba-tiba cewek yang aku nggak kenal, aku langsung melakukan hal seperti itu tuh tidak mungkin, gitu," ucap Betrand Peto.

Kuasa hukum Betrand Peto, Koko Joseph Irianto, memperkuat pernyataan kliennya dengan menepis klaim pelapor mengenai dugaan penarikan tangan secara paksa di depan area toilet.

"Kami membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar. Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami. Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu, dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang," tegas Koko Joseph Irianto.

Tim kuasa hukum telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di tempat kejadian untuk membuktikan bahwa Betrand tidak bersalah. Saat ini, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman alat bukti oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed