Inggris Wanti-wanti AS dan Israel Terkait Rumor Pencabutan Hak Urus Al Aqsa

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Inggris memperingatkan Amerika Serikat dan Israel untuk menghormati status quo kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (5/6/2026). Langkah diplomatik ini diambil London setelah beredar rumor mengenai rencana pencabutan hak pengelolaan Yordania atas situs suci tersebut.

Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan bahwa stabilitas di Yerusalem Timur bergantung pada penghormatan terhadap kesepakatan historis. Isu sensitif ini mencuat di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Sikap tegas Inggris muncul setelah adanya laporan mengenai pembicaraan tertutup yang melibatkan pejabat Washington dan Tel Aviv. Rumor tersebut mengindikasikan adanya upaya untuk meninjau kembali hak perwalian darurat yang selama ini dipegang oleh Kesultanan Yordania.

Rubio ditanyai tentang rencana AS-Israel untuk mengambil alih Masjid al-Aqsa. | Middle East Eye

Laporan dari CNN Indonesia menunjukkan bahwa situasi Al Aqsa kembali memicu perdebatan internasional mengenai legalitas hukum adat di Yerusalem. Inggris menilai tindakan sepihak yang mengubah peta administrasi situs keagamaan dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri Inggris dalam keterangan resminya menyatakan bahwa sekutu-sekutunya harus menahan diri dari tindakan provokatif. Pemerintah Inggris meminta isroil hormati al aqsa demi menjaga perdamaian regional yang rapuh.

"Kami mendesak semua pihak, termasuk mitra kami di Amerika Serikat dan Israel, untuk mempertahankan status quo historis di tempat-tempat suci Yerusalem dan menghormati peran penting Yordania sebagai pengelola," tulis pernyataan resmi tersebut.

Tekanan diplomatik ini juga berkaitan dengan sentimen politik di Israel, di mana beberapa menteri sayap kanan mulai menyuarakan penolakan terhadap kesepakatan masa lalu. Salah satunya adalah penolakan terhadap prinsip-prinsip dasar yang diatur dalam perjanjian perdamaian historis.

Konteks Historis dan Kaitannya dengan Perjanjian Oslo

Ketegangan mengenai pengelolaan wilayah ini kerap dikaitkan dengan implementasi perjanjian damai masa lalu. Banyak pihak kembali mempertanyakan "apa isi perjanjian oslo 1?" yang menjadi landasan otonomi Palestina dan pembagian wilayah administratif.

Latar Belakang Perjanjian Oslo

Perjanjian Oslo 1 pada dasarnya mengatur pembentukan otoritas pemerintahan mandiri sementara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Pengaturan tempat suci di Yerusalem sedianya dibahas dalam negosiasi status permanen yang hingga kini belum menemui titik temu.

Garis Waktu Kesepakatan Perdamaian

Untuk memahami eskalasi saat ini, berikut adalah lini masa beberapa kesepakatan penting yang mengatur wilayah konflik tersebut:

Masyarakat internasional sering mencari tahu tentang "kapan perjanjian oslo ditandatangani?" sebagai referensi hukum formal. Kesepakatan fundamental tersebut resmi ditandatangani di Washington DC pada tahun 1993.

Daftar Perjanjian Historis Konflik Israel-Palestina
Nama PerjanjianTahun PenandatangananFokus Utama Pengaturan
Perjanjian Oslo I1993Pemerintahan mandiri sementara Palestina
Perjanjian Oslo II1995Penarikan pasukan Israel dari area sipil
Wadi Araba (Damai Yordania-Israel)1994Konfirmasi status Yordania di tempat suci

Dampak Geopolitik Kawasan Timur Tengah

Isu peralihan hak urus Al-Aqsa ini diperkirakan bakal mempersulit diplomasi regional yang sedang diupayakan oleh berbagai negara kekuatan global. Spekulasi mengenai perubahan kebijakan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump juga menambah ketidakpastian di kawasan.

Di sisi lain, dinamika ini berjalan beriringan dengan rumor politik luar negeri lainnya, termasuk laporan bahwa Trump mau bertemu pemimpin iran guna membahas stabilitas nuklir dan perbatasan. Namun, peluang pertemuan tersebut dinilai tipis oleh otoritas Teheran yang menganggap rencana itu tidak realistis.

Kondisi keamanan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa saat ini dilaporkan masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan Israel. Pemerintah Yordania sendiri menyatakan akan terus mempertahankan hak perwaliannya berdasarkan hukum internasional dan kesepakatan tahun 1994.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed