Investor Asing Borong Saham BBRI pada 18 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Investor asing mengumpulkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga mencatatkan akumulasi beli bersih terbesar di bursa saham domestik pada Selasa, 18 Agustus 2026. Transaksi ini berlangsung saat Indeks Harga Saham Gabungan bergerak sideways pada level 6.401.

Pada perdagangan 18 Agustus 2026, harga saham BBRI dibuka stagnan pada level Rp3.120 per lembar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp468 triliun. Sepanjang sepekan sebelumnya, saham bank BUMN ini sempat mencatatkan penguatan sebesar 2,3 persen.

Berdasarkan riset BNI Sekuritas, total aksi beli bersih investor asing pada saham BBRI menembus Rp719 miliar. Saham lain yang turut dikoleksi asing antara lain PT Timah Tbk sebesar Rp244 miliar dan PT Barito Renewables Energy Tbk senilai Rp163 miliar.

Selain itu, saham PT Antam Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk juga mencatatkan net buy asing masing-masing sebesar Rp148 miliar dan Rp126 miliar.

Seiring tingginya minat asing, JP Morgan menaikkan rekomendasi saham BBRI menjadi overweight dengan target harga Rp3.400. Kenaikan tersebut didasarkan pada perhitungan PBV wajar 1,2 kali dan return on equity sebesar 17,4 persen.

"Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah," tulis JP Morgan.

Secara terpisah, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga mencapai Rp4.010 per lembar. Potensi pendorong kinerja BBRI berasal dari pertumbuhan kredit yang melampaui estimasi serta penurunan biaya kredit.

Analis BNI Sekuritas Kevin J. Hutabarat menjelaskan bahwa pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi oleh depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berada di posisi Rp17.813. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun juga turun ke level 7,062 persen.

"Pergerakan indeks diproyeksikan akan menguji area support pertama di level 6.363 serta batas support kedua yang berada lebih dalam di level 6.039. Apabila indeks mampu merespons sentimen positif dan berbalik arah, maka target resistensi (resistance) terdekat berada di posisi 6.557, yang selanjutnya disusul oleh resistensi kedua di level 6.838," ujar Kevin J. Hutabarat.

Aksi lepas portofolio asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Mandiri Tbk dengan net sell Rp821 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk sebesar Rp409 miliar. BNI Sekuritas menyodorkan strategi spekulasi beli pada saham TPIA, ANTM, RAJA, PTRO, EXCL, dan PGAS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed