Iran Protes Aturan Perjalanan FIFA di Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) resmi melayangkan protes kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan ketat yang dihadapi tim nasional mereka selama berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan BBC pada Jumat, 19 Juni 2026, skuad Iran hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan dan harus langsung meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah laga usai akibat ketentuan visa mereka. Pembatasan ini memicu kritik keras setelah Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru dalam laga pembuka di Los Angeles, yang juga diwarnai aksi unjuk rasa ribuan demonstran anti-rezim di luar SoFi Stadium.
Pelatih kepala Amir Ghalenoei menyatakan kekecewaannya dan menyebut anak asuhnya sebagai tim yang paling tertindas di turnamen tersebut.
Pihak federasi menegaskan bahwa regulasi ketat tersebut sangat mengganggu proses adaptasi fisik dan persiapan teknis para pemain menjelang laga-laga krusial berikutnya. Dalam sebuah pernyataan resmi, FFIRI menyampaikan keberatan mendalam atas perlakuan tidak adil yang mereka terima dari pihak penyelenggara.
"inconsistent with the principle of providing equal conditions for all participating teams and may negatively affect teams' preparation processes" ujar Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI).
FFIRI mengonfirmasi tindakan hukum dan administratif yang akan mereka ambil untuk menuntut hak-hak tim nasional di turnamen akbar ini.
"Consequently, the federation will formally express its dissatisfaction and lodge an official complaint with Fifa through the appropriate channels." kata Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI).
Kondisi ini diperparah dengan ditolaknya visa masuk sejumlah staf kepelatihan penting Iran oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), serta pembatalan alokasi tiket pertandingan mereka menjelang turnamen.
Merespons rencana komplain tersebut, perwakilan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menegaskan bahwa seluruh persyaratan visa sebenarnya sudah disepakati sejak awal.
"The Iranian national football team agreed to these terms," ujar juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) kepada BBC.
DHS kembali menekankan jadwal kedatangan dan kepulangan yang wajib dipatuhi oleh timnas Iran selama fase grup maupun jika mereka lolos ke babak berikutnya.
"The team will be allowed to come in, match day minus one, so the day before the match," kata juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
Aturan ketat tersebut dipastikan tetap berlaku untuk pertandingan-pertandingan Iran yang tersisa di Los Angeles dan Seattle.
"They'll be asked to leave the day that the match wraps up, so the evening of the match. And they'll be able to do that again in Los Angeles, and they'll be able to do it again in Seattle, and then if they qualify for the next round, for the round of 32 they'll be able to do that again." ujar juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
Di tengah ketegangan politik dan penolakan visa staf, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengunjungi ruang ganti Iran selepas laga perdana untuk memberikan dukungan moril.
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesan motivasi yang disampaikan oleh Infantino kepada para pemain Iran.
"you are stronger than everything" kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Infantino juga menambahkan bahwa performa mereka di lapangan tengah menjadi pusat perhatian masyarakat global.
"writing history, the whole world is watching you" ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Sementara di luar lapangan, atmosfer Piala Dunia dimanfaatkan oleh aktivis dan penonton untuk menyuarakan protes politik, termasuk penggunaan aplikasi digital IranSync untuk menampilkan bendera era pra-revolusi yang dilarang FIFA.
Seorang pengembang aplikasi menjelaskan bahwa platform tersebut dibuat secara sukarela untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Iran di panggung dunia.
"IranSync is developed and managed by a group of Iranian activists who volunteer their time and expertise to create tools that amplify the voice of the Iranian people," kata salah satu pencipta IranSync kepada The National.
Situs tersebut juga menyediakan fitur sinkronisasi tampilan ponsel pintar untuk mempermudah koordinasi visual massal di dalam stadion.
"Turn smartphones into one unified display," tulis halaman utama IranSync.
Keberhasilan aplikasi tersebut memicu peluncuran portal baru bernama IranUp yang memfasilitasi penyebaran pesan antipemerintah di berbagai media sosial secara serentak.
"The platform helps co-ordinate large-scale participation on X, enabling supporters of a free Iran to share messages in a synchronised and impactful way during one of the world's biggest media events," ujar individu tersebut.
Gerakan ini bertujuan untuk memanfaatkan momentum perhatian media internasional yang sedang memuncak selama turnamen sepak bola berlangsung.
"The goal is to help the voices of Iranians reach a global audience when international attention is at its peak." kata individu tersebut.
Aksi penolakan terhadap legitimasi timnas bentukan rezim berkuasa juga disuarakan langsung oleh ribuan demonstran di luar stadion, termasuk tokoh politik asal Belgia.
Darya Safai, anggota parlemen Belgia keturunan Iran, menegaskan bahwa tim yang bertanding tidak mewakili rakyat Iran seutuhnya melainkan representasi dari Republik Islam Iran.
"This is our real national team," ujar Darya Safai, Anggota Parlemen Belgia kepada JNS.
Safai menambahkan bahwa fokus utama para demonstran diaspora bukan lagi sekadar hasil akhir pertandingan sepak bola, melainkan penyampaian pesan kebebasan kepada dunia.
"The people who are here, and from the Iranian diaspora, the sense is just, they don’t care about how Iran is going to play," kata Darya Safai kepada JNS.
Ia menyatakan bahwa unjuk rasa ini menjadi penegasan bahwa masyarakat menginginkan perubahan sistem pemerintahan di tanah kelahiran mereka.
"The message is that we will show the world that this is not our regime, this is not what we want for our country." ujar Darya Safai kepada JNS.
Safai berharap suatu saat situasi politik di negaranya akan membaik sehingga masyarakat dapat menikmati sepak bola tanpa beban konflik politik.
"Iranian people are one day free and that we can also, in place of protesting against the regime, enjoy the game in silence." kata Darya Safai kepada JNS.
Di sisi lain, perwakilan penyelenggara aksi demonstrasi, Arezo Rashidian, mengkritik keras kebijakan FIFA yang melarang simbol-simbol historis seperti bendera Singa dan Matahari masuk ke dalam area stadion.
"That flag represents secularism, democracy and freedom, and that’s why we’re here today," ujar Arezo Rashidian kepada JNS.
Rashidian menyatakan protes keras terhadap FIFA yang dinilai membatasi ekspresi komunitas diaspora Iran terbesar di Los Angeles.
"We’re a voice for the people of Iran, and we will fight for you," kata Arezo Rashidian kepada JNS.
Ia berjanji akan terus menunjukkan penolakan terhadap pelarangan simbol budaya yang telah dijaga selama puluhan tahun oleh komunitas mereka.
"We will show FIFA that you can’t come to Los Angeles, with the largest Iranian American diaspora, and not allow us to have a flag that we have all held so dear to us for 47 years in Los Angeles." ujar Arezo Rashidian kepada JNS.
Iran dijadwalkan menghadapi Belgia di Los Angeles pada 21 June 2026, diikuti laga melawan Mesir di Seattle pada 27 June 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow