Iran Serang Pangkalan Udara AS di Yordania, 9 Jet Tempur Rusak

Smallest Font
Largest Font

Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Selasa malam, yang menyebabkan kerusakan pada sembilan jet tempur Amerika Serikat, termasuk satu A-10 Thunderbolt dan delapan F-15, tanpa menimbulkan korban jiwa, menurut CBS News Jumat (11/9/2026).

Serangan ini terjadi di salah satu pangkalan udara utama AS di Timur Tengah yang berlokasi sekitar 100 kilometer timur laut Amman. Satu jet A-10 mengalami kerusakan parah pada sayapnya, sementara delapan jet F-15 mengalami kerusakan ringan namun masih bisa kembali beroperasi.

Untuk menanggapi serangan rudal tersebut, pasukan AS menembakkan lebih dari 30 rudal pencegat Patriot. Yordania juga berhasil mencegat 18 rudal Iran, meskipun dua rudal jatuh di wilayah tak berpenghuni tanpa menimbulkan korban, menurut laporan CNBC Indonesia.

Komando Pusat AS (CENTCOM) belum mengonfirmasi kerusakan pesawat, tetapi membantah klaim Iran terkait dua kapal perusak AS yang terkena serangan. CENTCOM juga menyatakan telah menghancurkan sepuluh kapal pengangkut minyak mentah Iran sejak 5 September, termasuk lima kapal pada Selasa.

Ketegangan antara AS dan Iran di Selat Hormuz meningkat seiring pembatasan lalu lintas pelayaran yang diberlakukan kedua negara, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan mendorong harga minyak Brent menembus US$100 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang lebih banyak kapal Iran jika serangan terhadap aset AS terus berlanjut. Trump menuduh Iran memperpanjang konflik untuk keuntungan politik Partai Demokrat pada pemilihan paruh waktu AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menanggapi dengan menyatakan bahwa Washington harus menghentikan intervensi yang merusak stabilitas kawasan jika benar-benar menginginkan perdamaian.

Teheran juga memperingatkan negara tetangga agar tidak memberikan wilayah atau ruang udara untuk operasi militer AS, setelah serangan terhadap aset AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Yordania.

Selain itu, kemampuan rudal Iran yang semakin canggih dengan teknologi pencari target meningkatkan ancaman bagi kapal perang AS di kawasan, menurut analis dan pejabat AS. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Iran mendapat dukungan teknologi atau informasi dari Rusia atau China untuk melacak posisi kapal AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed