AS Pertimbangkan Markas Bawah Tanah Usai Pangkalan Bahrain Rusak

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Amerika Serikat mengevaluasi perubahan besar pada fasilitas militernya di Timur Tengah, termasuk opsi memindahkan pusat komando ke bawah tanah, setelah pangkalan Naval Support Activity Bahrain mengalami kerusakan berat akibat gelombang serangan rudal dan drone Iran. Evaluasi tersebut dilakukan Pentagon lantaran serangan intensif sejak Februari 2026 merusak pusat komando, sejumlah bangunan operasional, hingga terminal komunikasi satelit di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, membenarkan besarnya dampak kehancuran pangkalan logistik utama di kawasan Teluk tersebut saat diwawancarai media.

"Mereka menghancurkan dan memusnahkan Bahrain sepenuhnya," kata Cao.

Cao menjelaskan bahwa pihak militer telah membentuk tim khusus guna menentukan langkah perbaikan fasilitas pendukung operasi Washington di kawasan Asia Barat itu. "Saya memiliki satuan tugas yang sedang mengkaji hal tersebut," ujar Cao.

Penilaian senada mengenai kondisi pangkalan militer AS pascaserangan disampaikan oleh jajaran pimpinan tertinggi operasi angkatan laut. "Kami tidak akan kembali ke sana dalam waktu dekat," kata Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle.

Caudle juga menegaskan batas waktu pemulihan area pangkalan kepada para personel yang sempat dievakuasi dari fasilitas tersebut. "Kami tidak akan kembali ke sana dalam waktu dekat. Saya ingin sepenuhnya jujur mengenai hal itu," ujar Caudle. Pernyataan terbuka pejabat militer Amerika mendapat perhatian langsung dari pihak pemerintah Iran melalui keterangan di media sosial.

"Kami menghargai keterusterangan Hung Cao, Penjabat Menteri Angkatan Laut," kata Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.

Estimasi biaya pembangunan kembali pangkalan Naval Support Activity Bahrain diperkirakan mencapai sekitar 400 juta dolar AS. Pertimbangan Pentagon untuk memindahkan komando ke bawah tanah atau menyebarkan kapabilitas ke beberapa lokasi bertujuan agar rantai komando tidak lumpuh akibat serangan presisi di satu pangkalan besar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed