Iraola Beri Tantangan Alexander Isak dan Florian Wirtz di Liverpool
Tuntutan besar kini mengarah kepada dua pemain termahal Liverpool, Alexander Isak dan Florian Wirtz, jelang bergulirnya musim 2026/2027. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, meminta kedua pilar tersebut untuk meningkatkan kontribusi mereka di lapangan. Gelontoran dana lebih dari 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5,3 triliun pada bursa transfer musim panas lalu belum sepenuhnya terbayar.
Penampilan kedua pemain tersebut dinilai belum mencapai standar maksimal pada musim debut di Anfield, seperti dilansir dari Bola. Kiprah Florian Wirtz sebenarnya tidak terlalu buruk setelah mencatatkan 15 kontribusi gol dalam seluruh ajang. Meski demikian, performa gelandang berusia 23 tahun itu dianggap belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi tinggi klub.
Kondisi lebih berat dialami Alexander Isak yang menderita cedera patah kaki hingga harus absen selama beberapa bulan. Penyerang asal Swedia ini tercatat cuma mengemas empat gol dari 22 laga yang dijalani.
Menjelang musim baru, Iraola menekankan pentingnya ketersediaan Isak di dalam skuat. Faktor kebugaran fisik dianggap sebagai fondasi utama agar sang juru gedor bisa menampilkan level permainan terbaiknya secara konsisten. "Saya pikir ini adalah musim yang sangat penting bagi Alexander.
Dia tahu, pada akhirnya ada dua hal. Pertama adalah ketersediaan bermain, karena tanpa itu kami tidak bisa mendapatkan hal kedua, yaitu level performa," kata Iraola.
Eks juru taktik Bournemouth itu optimistis Isak bakal menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan lawan apabila terbebas dari masalah cedera. Terlebih, sang striker telah menunjukkan performa impresif sepanjang masa pramusim. "Menurut saya, ini harus menjadi tujuan pertama kami, memastikan dia berada dalam kondisi yang baik untuk bisa selalu tersedia. Saya yakin jika kami mampu melakukan itu, dia akan tampil bagus karena dia sangat baik selama pramusim," ujar Iraola.
"Jika kami bisa menjaganya dalam kondisi yang baik, dia akan mencetak gol dan menjadi ancaman. Saya tidak meragukan levelnya," kata Iraola. Ujian perdana bagi Isak bakal tersaji pada laga pembuka Premier League hari Minggu.
Liverpool dijadwalkan bertandang ke markas Newcastle United, yang menjadi momen perdana Isak kembali ke St. James' Park sebagai lawan.
Wirtz Diminta Lebih Sabar
Selain Isak, perhatian Iraola juga tercurah kepada Wirtz. Pelatih berpaspor Spanyol itu memuji pemahaman taktik pesepak bola asal Jerman tersebut, namun memintanya untuk bermain lebih sabar di area permainan lawan.
Keinginan besar Wirtz untuk terus terlibat dalam penguasaan bola terkadang membuat sang pemain keluar dari posisinya. Iraola menyarankan agar pemain berusia 23 tahun tersebut lebih pintar memanfaatkan ruang kosong. "Florian memahami permainan dengan sangat baik, baik ketika menguasai bola maupun tanpa bola.
Dia memahami ruang yang harus ditempati, siapa yang menjaganya, bagaimana dia harus bergerak, dan bagaimana menyulitkan lawan," tutur Iraola. "Kadang-kadang dia terlalu tertarik pada bola karena ingin terlibat dan terus menyentuh bola. Terkadang saya harus mengatakan kepadanya untuk menjaga jarak, menunggu, dan sedikit lebih sabar agar permainan datang kepadanya.
Setelah itu, dia bisa menyakiti lawan," ujar Iraola.
Kedewasaan serta antusiasme mantan pemain Bayer Leverkusen itu tetap mendapat apresiasi tinggi dari sang manajer. Wirtz dinilai selalu memiliki rasa ingin tahu yang besar untuk mengembangkan kualitas permainannya.
"Saya pikir dia mencintai permainan ini. Dia mengajukan pertanyaan yang tepat dan Anda bisa langsung merasakannya," kata Iraola. Perubahan posisi juga bakal dialami Wirtz pada kampanye musim ini. Jika musim lalu ia kerap dipasang di sektor sayap kiri oleh Arne Slot, Iraola telah memastikan akan mengembalikan peran aslinya sebagai gelandang serang tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow