IRGC Pamerkan Bangkai Jet F15 dan Drone Amerika Serikat di Pangkalan Bawah Tanah

Smallest Font
Largest Font

Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memamerkan bangkai jet tempur F-15 dan sejumlah drone milik Amerika Serikat serta Israel di sebuah pangkalan udara bawah tanah pada Jumat (14/8/2026). Penampilan puing-puing armada udara musuh tersebut diklaim sebagai bukti keberhasilan sistem pertahanan udara Iran selama perang 40 hari.

Pangkalan bawah tanah berkemanan ketat itu memperlihatkan berbagai bagian penting dari drone canggih yang berhasil dijatuhkan, termasuk jenis MQ-9, Hermes 900, dan Hermes 450. Iran mengklaim jaringan pertahanan udaranya berhasil mencegat total 171 kendaraan udara lawan, yang mencakup 10 pesawat berawak serta sejumlah besar drone dan rudal jelajah.

Satu perwira senior pertahanan udara IRGC mengklaim bahwa kapasitas produksi peralatan militer Iran tidak terganggu oleh pertempuran tersebut.

"Lebih dari 85 persen infrastruktur produksi untuk sistem pertahanan udara yang diproduksi di kompleks kemandirian Pasukan Dirgantara IRGC telah dipertahankan," kata perwira senior tersebut.

Di antarapuing yang dipamerkan, bangkai jet tempur F-15 menarik perhatian dengan bekas hantaman rudal dan kerusakan pada saluran masuk udara. IRGC menyatakan pesawat tempur itu berhasil ditembak jatuh pada awal April 2026 menggunakan taktik buatan dalam negeri dan rudal dari sistem pertahanan baru.

Pihak IRGC menjelaskan bahwa sistem radar Iran mampu menembus teknologi pembalik deteksi yang dimiliki drone target.

"Pesawat ini berbobot lima ton dan panjang 20 meter. Dengan dimensinya yang besar dan rentang sayap yang luas, MQ-9 dianggap sebagai salah satu drone multi-peran paling penting milik militer AS yang mampu melakukan pengintaian, pengumpulan intelijen, dan operasi tempur," ujar komandan pertahanan udara IRGC.

Di sisi lain, jatuhnya pesawat tempur Amerika Serikat tersebut memicu penyelidikan intensif dari komunitas intelijen Washington. Seorang pejabat intelijen AS mengungkapkan kesaksian pilot F-15E yang berhasil selamat menggunakan kursi lontar sebelum dievakuasi oleh pasukan khusus.

"Beberapa drone saling terhubung dan bergerak serempak, drone yang lebih kecil di bawah drone yang lebih besar seperti kaki. Benar-benar seperti makhluk asing," kata seorang sumber pejabat intelijen yang mendengar langsung kesaksian sang pilot.

Selain memamerkan bangkai pesawat, pangkalan bawah tanah tersebut juga menampilkan beberapa perangkat modem yang berkaitan dengan Starlink yang disita selama pertempuran. Sementara itu, di arena diplomatik global, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan posisi tegas Moskow terkait konflik di wilayah lain.

"Rusia akan mengintensifkan kampanye militernya di Ukraina dan bertekad untuk menghancurkan setiap elemen yang digunakan Barat untuk mendukung Kyiv," kata Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed