Jemaah Haji Gelombang II Indonesia Tiba Seluruhnya di Arab Saudi

Smallest Font
Largest Font

Fase kedatangan jemaah haji reguler Indonesia Gelombang II di Arab Saudi resmi berakhir setelah kelompok terbang terakhir dari Embarkasi Surabaya mendarat dengan aman di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Rombongan pamungkas tersebut langsung diberangkatkan menuju hotel penempatan di Makkah untuk bersiap menghadapi fase puncak haji berupa wukuf di Arafah. Dilansir dari Republika dan Pojokpapua, sebanyak 2.288 jemaah dari enam kelompok terbang asal Embarkasi Surabaya dan Batam mendarat secara bertahap sejak dini hari menggunakan maskapai Saudia Airlines.

"Luar biasa, semua jamaah kita sudah mendarat di Arab Saudi dan yang terakhir landing tadi dari kloter SUB 116. Total jamaah 379 dan baru saja start 3 menit lalu menuju ke Makkah. Penutupan alhamdulillah berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, semua jamaah dalam kondisi sehat tidak ada yang perlu perawatan," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja Bandara.

Petugas haji di lapangan juga memberikan perhatian ekstra serta pengawalan ramah lansia bagi ratusan jemaah lanjut usia dan disabilitas yang membutuhkan bantuan khusus selama proses kedatangan di hari terakhir.

Di sisi lain, Embarkasi Surabaya mencatat total keberangkatan sebanyak 44.029 orang yang terdiri atas 43.263 jemaah dan 766 petugas pendukung. Data dari Antaranews menunjukkan jemaah tersebut meliputi 42.082 orang asal Jawa Timur, 674 orang asal Bali, dan 480 orang asal Nusa Tenggara Timur.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai jadwal. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi seluruh petugas, stakeholder, serta dukungan masyarakat," kata Mohammad As’adul Anam, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya.

Ia menambahkan bahwa dari 116 kloter, sebanyak 111 penerbangan diberangkatkan tepat waktu tanpa mengalami keterlambatan maupun percepatan jadwal.

"PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong melalui mekanisme mutasi masuk agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan pelayanan kepada jamaah berjalan efektif," ujarnya.

Meskipun demikian, terdapat satu jemaah bernama Tini Atmin yang wafat di Asrama Haji akibat sakit jantung, serta dua jemaah yang tertunda keberangkatannya karena kondisi kehamilan.

"Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya jamaah haji. Semoga almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutur Mohammad As’adul Anam.

Berdasarkan laporan MetroTVNews, tingginya jumlah jemaah asal Jawa Timur dipengaruhi oleh panjangnya daftar tunggu haji di provinsi tersebut sehingga mendapatkan prioritas tambahan kuota sebanyak 8.000 orang.

“Jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Juanda ini terbanyak di antara semua provinsi di Indonesia. Karena memang berdasarkan Undang-Undang Haji, prioritas adalah yang waiting list-nya paling panjang dan itu adalah Jawa Timur,” kata Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.

Setelah fase kedatangan selesai, maskapai kini mulai fokus mempersiapkan fase pemulangan jemaah ke Tanah Air yang dijadwalkan mulai 1 Juni 2026. Berdasarkan data dari Kontan, Saudia Airlines akan mengoperasikan total 248 penerbangan pemulangan dari Jeddah dan Madinah.

“Hari ini Saudia Airlines dengan pesawat Surabaya kloter 119 sudah mengakhiri fase pertama kedatangan jemaah haji Indonesia. Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar,” ujar Januar Dishafri, Perwakilan Saudia Airlines.

Pihak maskapai mengimbau para jemaah untuk menjaga stamina serta mematuhi aturan ketat mengenai barang bawaan demi kelancaran proses pemulangan.

“Kami menghimbau bapak ibu jemaah untuk mempersiapkan fisiknya dengan baik karena kepulangan ini juga membutuhkan kondisi tubuh yang prima,” katanya.

Januar juga mengingatkan ketentuan penimbangan bagasi yang dilakukan dua hari sebelum keberangkatan serta larangan membawa air zamzam di dalam koper.

“Jangan membawa atau menaruh air zamzam di dalam koper besar ataupun koper kecil. Itu sudah menjadi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai gantinya, setiap jemaah haji nantinya akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter secara resmi saat tiba di asrama haji di Indonesia.

“Tolong patuhi aturan barang bawaan, jangan membawa barang berlebihan, serta tetap menjaga kedisiplinan dan kesopanan selama berada di bandara Arab Saudi supaya perjalanan kita berjalan lancar,” tandasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed