Joe Rogan Kritik Keras Donald Trump Terkait Perang Iran

Smallest Font
Largest Font

Penyiar podcast ternama Joe Rogan melontarkan kritik keras yang dipenuhi umpatan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kebijakan perang di Iran saat berbicara dengan politisi sayap kanan Inggris Rupert Lowe pekan ini.

Kecaman ini menandai puncak kekecewaan Rogan terhadap presiden yang sempat ia dukung pada pemilu 2024 lalu, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Daily Beast.

"Most people don’t want it—except supporters of Israel," kata Joe Rogan, Podcaster.

Rogan menilai sebagian besar masyarakat merasa ngeri dengan gagasan perang tersebut karena salah satu pilar utama terpilihnya Trump adalah komitmen untuk tidak memulai peperangan lagi. Dalam penjelasannya, Rogan berulang kali menggunakan kata makian saat menggambarkan keputusan Trump untuk berperang dengan Iran.

"Most people are horrified by the idea, because Trump was elected [and] one of the pillars that he stood for, apparently, was that he doesn’t want any more wars.” ujar Joe Rogan, Podcaster.

Kritik tajam dari Rogan ini mencuat tepat setelah adanya pengumuman dari Donald Trump mengenai berakhirnya gencatan senjata selama tiga minggu dalam konflik tersebut.

"To me, I think it's over," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menyatakan bahwa dirinya sudah tidak ingin lagi berurusan dengan mereka dan melontarkan sebutan kasar kepada pihak lawan.

"I don't wanna deal with them anymore. They're scum, you know what scum is? They're scum." tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Daily Beast mencatat bahwa momen ini bukan pertama kalinya Rogan melayangkan kritik kepada Trump terkait eskalasi militer di Iran. Jurnalis Leigh Kimmins melaporkan riwayat kritik Rogan sebelumnya.

"He slammed it less than two weeks after it started, calling it 'insane' and saying 'people feel betrayed,'" tulis Leigh Kimmins, Reporter Daily Beast.

Pada bulan April, Rogan juga menyatakan ketidakpercayaannya atas keputusan Trump meluncurkan serangan. Kritik tersebut terus berulang beberapa minggu kemudian, bahkan tepat setelah Rogan berdiri berdampingan dengan Trump dalam konferensi pers di Oval Office saat Trump mengumumkan pelonggaran pembatasan obat-obatan psikoaktif.

"In April, he said he “can’t believe” Trump launched it. He repeated that criticism weeks later—immediately after standing next to Trump at an Oval Office press conference where the two appeared entirely at ease with each other, an event at which Trump announced the easing of restrictions on psychoactive medications." tambah Leigh Kimmins, Reporter Daily Beast.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed