JULO Perkuat Kinerja dengan Margin Laba Kotor Meningkat di Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

JULO melaporkan penguatan kinerja bisnis dengan peningkatan margin laba kotor dari 27% pada semester II-2025 menjadi 44% pada semester I-2026, di tengah perluasan akses kredit digital yang mereka lakukan.

Hingga akhir Juni 2026, JULO telah melayani lebih dari 3,3 juta pengguna di 38 provinsi dengan total pendanaan sebesar Rp 29 triliun, sambil menjaga kualitas portofolio kredit. Pada Juli 2026, tingkat keberhasilan bayar JULO mencapai 99,25%, mencerminkan manajemen risiko dan edukasi literasi keuangan yang berjalan seiring ekspansi bisnis, dilansir dari Detik Finance.

Presiden Direktur JULO, Harri Suhendra, menyatakan,

"Sejalan dengan visi JULO, kami ingin terus memberdayakan pengguna melalui akses pembiayaan yang dapat membantu mereka meningkatkan kualitas hidup, sekaligus berkontribusi dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia."

Kinerja JULO tumbuh positif di tengah industri pinjaman daring yang juga berkembang. Data OJK menunjukkan industri pindar mencatat laba Rp 1,15 triliun hingga Juni 2026, naik 10,14% secara tahunan. Outstanding pembiayaan industri mencapai Rp 105,14 triliun, tumbuh 25,88% secara tahunan.

Firlie Ganinduto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), menilai,

"Pertumbuhan JULO membuktikan bahwa kinerja bisnis dan perluasan manfaat keuangan digital dapat tumbuh beriringan, saling memperkuat, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat."

Firlie juga mengungkapkan optimisme terhadap industri fintech,

"Temuan Annual Member Survey (AMS) AFTECH 2025-2026 menunjukkan bahwa 50% perusahaan fintech telah merancang produk yang ditujukan bagi kelompok underbanked dan underserved. Kami optimistis industri fintech akan terus melangkah lebih jauh, bukan hanya membuka akses terhadap layanan keuangan tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat."

Dr. Hanif Nur Widhiyanti, Ahli Hukum Persaingan Usaha, menegaskan pentingnya efisiensi dalam persaingan usaha,

"Semangat utama hukum persaingan usaha adalah efisiensi. Persaingan mendorong pelaku usaha menghasilkan produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. Pelaku usaha juga dituntut untuk terus melakukan inovasi dan tidak berada dalam kondisi yang terlalu nyaman."

Dr. Adrian Rompis, Ahli Hukum Administrasi Negara, menggarisbawahi pentingnya regulasi bagi pelaku usaha jasa keuangan,

"Kepatuhan terhadap arahan dan pedoman perilaku yang ditetapkan regulator menjadi bagian dari kerangka hukum yang wajib dipatuhi pelaku usaha untuk menerapkan praktik usaha yang bertanggung jawab."

JULO menyediakan limit kredit hingga Rp 50 juta dengan tenor hingga 12 bulan. Penetapan limit dan suku bunga mulai dari 0,1% per hari dilakukan secara independen dengan mempertimbangkan profil risiko sesuai regulasi yang berlaku.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed