Jumat Legi 11 September 2026 Menandai Akhir Bulan Mulud Kalender Jawa
Masyarakat Jawa mencatat tanggal 11 September 2026 jatuh pada hari Jumat Legi, bertepatan dengan 28 Mulud 1960 dalam kalender Jawa serta 29 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Penanggalan ini menandai fase akhir dari bulan Mulud sebelum memasuki bulan Bakdomulud pada 14 September 2026 mendatang.
Sistem kalender Jawa menggunakan perhitungan lunar atau qomariyah yang mirip dengan kalender Hijriah. Pergantian hari dalam tradisi ini tidak dimulai pada tengah malam, melainkan bergeser saat matahari terbenam atau bakda magrib.
Perhitungan Neptu dan Makna Simbolis Weton Jumat Legi
Dalam perhitungan tradisional, weton Jawa menggabungkan 7 hari dalam seminggu dengan 5 hari pasaran Jawa, yaitu Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi. Kombinasi tersebut menghasilkan 35 perputaran unik yang masing-masing memiliki nilai numerik serta makna simbolis tersendiri.
Nilai Numerik Neptu
Cara menghitung neptu weton dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari dan pasaran. Untuk Jumat Legi, penjumlahan terdiri dari nilai hari Jumat sebesar 6 dan nilai pasaran Legi sebesar 5, sehingga menghasilkan total neptu 11.
Perspektif Akademis dan Kosmologi
Peneliti Journal of Southeast Asian Studies Vol. 45 No. 2 (2014), Dr. Ronald E. Smith menyatakan bahwa setiap kombinasi weton memiliki peran penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.
"Setiap kombinasi ini memiliki nilai numerik dan makna simbolis yang mendalam, yang dipercaya memengaruhi karakter dan takdir seseorang," ujar Dr. Ronald E. Smith.
Pandangan senada disampaikan oleh Prof. Sarah Miller dari University of Chicago Press (2018). Ia menekankan aspek spiritualitas dalam penanggalan lokal tersebut.
"Dalam pandangan kosmologi Jawa, Weton bukan sekadar tanggal lahir, melainkan sebuah 'cetak blueprint' spiritual yang mencerminkan energi alam semesta pada saat kelahiran seseorang," kata Prof. Sarah Miller.
Karakter Orang Jawa dan Perjodohan Berdasarkan Weton
Nilai neptu tidak hanya digunakan untuk membaca watak lahir, tetapi juga menjadi acuan utama dalam perhitungan kompatibilitas pasangan atau perjodohan.
Peran Neptu dalam Kompatibilitas Pasangan
Masyarakat kerap mencari tahu bagaimana weton menentukan jodoh dengan menjumlahkan neptu kedua calon mempelai. Hasil penjumlahan tersebut menjadi dasar prediksi harmonisasi rumah tangga di masa depan.
Dr. Michael R. Dove dalam Asian Ethnology Vol. 70 No. 1 (2011) menjelaskan bahwa angka gabungan neptu akan dikelompokkan ke dalam kategori ramalan tertentu.
"Hasil penjumlahan ini kemudian dicocokkan dengan kategori tertentu yang meramalkan masa depan hubungan, seperti 'Pegat' (perpisahan), 'Jodoh' (cocok), 'Pati' (kematian), atau 'Tinari' (kebahagiaan)," tutur Dr. Michael R. Dove.
Rincian Perhitungan Penanggalan Jawa September 2026
Berikut adalah rincian penanggalan Jawa pada periode September 2026 yang mentransisikan bulan Mulud menuju Bakdomulud 1960:
| Tanggal Masehi | Hari dan Pasaran Jawa | Tanggal Jawa | Tanggal Hijriah |
|---|---|---|---|
| 1 September 2026 | Selasa Legi | 18 Mulud 1960 | 19 Rabiul Awal 1448 H |
| 11 September 2026 | Jumat Legi | 28 Mulud 1960 | 29 Rabiul Awal 1448 H |
| 30 September 2026 | Rabu Pon | 17 Bakdomulud 1960 | 19 Rabiul Akhir 1448 H |
Masyarakat yang memegang teguh tradisi Jawa biasanya memanfaatkan momen penghujung bulan Mulud ini untuk melakukan perenungan diri atau menggelar syukuran sesuai adat setempat sebelum memasuki siklus bulan baru.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow