Kabut Asap Karhutla Memburuk Pemkab Muaro Jambi Liburkan Sekolah
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menginstruksikan seluruh jenjang sekolah TK, PAUD, SD, hingga SMP untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem daring mulai Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026). Langkah ini diambil akibat kualitas udara yang memburuk hingga mencapai kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.
Berdasarkan data pemantauan, Indeks Kualitas Udara di Kabupaten Muaro Jambi tercatat menyentuh level 172 hingga 249 PM2,5. Selain itu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Jambi juga terpantau mendekati angka 200 akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti kawasan tersebut sejak 26 Agustus.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan penghentian aktivitas belajar langsung di sekolah ini.
"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, pembelajaran daring adalah langkah pencegahan yang paling rasional untuk sementara waktu," kata Bambang Bayu Suseno.
Meskipun proses belajar siswa dipindahkan ke rumah, para tenaga pendidik dan guru tetap diwajibkan untuk bertugas dari sekolah masing-masing. Pemerintah daerah meminta para guru menggunakan platform digital yang ada serta terus memakai masker saat menjalankan tugas.
Bambang meminta jajaran orang tua murid untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak selama masa pembelajaran dari rumah berlangsung.
"Kami meminta orang tua ikut mengawasi kondisi kesehatan anak. Untuk sementara, aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan sebaiknya dibatasi," kata Bambang Bayu Suseno.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta instansi terkait untuk memantau situasi. Evaluasi kebijakan belajar dari rumah ini akan terus disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara di wilayah setempat.
"Kita tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan peserta didik. Pembelajaran tetap harus berlangsung, tetapi keselamatan warga sekolah tidak boleh dikompromikan," kata Bambang Bayu Suseno.
Kondisi kabut asap pekat disertai bau bakaran yang menyengat memicu kekhawatiran masyarakat, termasuk para orang tua murid di Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi.
"Kabut asapnya masih parah Pak. Apalagi pada pagi hari, sangat pekat dan bau bakaran sangat menyengat hidung. Saya berharap, Senin besok aktivitas pendidikan anak kami di sekolah tetap dihentikan dulu, demi kesehatan anak," kata Iwan, warga Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.
Kecemasan serupa dirasakan warga di Kota Jambi yang berharap pemerintah setempat mengambil langkah serupa untuk memperpanjang masa penghentian belajar tatap muka demi melindungi kesehatan anak-anak.
"Sebaiknya diliburkan lagi. Kesehatan anak-anak adalah yang utama. Saya yakin dengan kondisi udara yang tidak sehat sepanjang Minggu pagi hingga sore ini, pemerintah Kota Jambi akan kembali memperpanjang penghentian aktivitas bersekolah," kata Zainal, warga Kelurahan Lingkar Selatan.
Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebelumnya juga diberlakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB di beberapa wilayah terdampak parah seperti Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, serta Kabupaten Sarolangun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow