Kaca Pesawat Ryanair Copot, Penumpang Hampir Terlempar Keluar
Sebuah jendela kabin pesawat Ryanair copot di tengah penerbangan FR1879 dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, pada Jumat pagi, 10 Juli 2026, yang mengakibatkan seorang penumpang pria paruh baya hampir tersedot keluar kabin.
Data pelacakan dari FlightRadar24 dan AirNav Radar menunjukkan pesawat Boeing 737-8AS berusia 18 tahun tersebut sempat mengudara selama sekitar sepuluh menit dan mencapai ketinggian 16.000 kaki sebelum mendadak turun sejauh 9.000 kaki dan kembali ke Bandara Thessaloniki setelah 1 jam 13 menit lepas landas.
Insiden dekompresi eksplosif ini terjadi pada armada yang dioperasikan oleh anak perusahaan Ryanair, Malta Air, di mana serpihan mesin jet diduga menjadi penyebab hancurnya jendela akrilik tersebut, menyebabkan masker oksigen jatuh dan kepanikan di dalam kabin.
Pejabat serikat pekerja rumah sakit Yunani, Michalis Giannakos, mengonfirmasi bahwa korban merupakan warga negara Serbia berusia 61 tahun yang langsung dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami syok berat serta luka bakar gesek akibat angin dingin di luar pesawat.
"His wife held onto his legs for around five minutes to stop him from being sucked out," ujar Michalis Giannakos, Pejabat Rumah Sakit Yunani.
Upaya penyelamatan juga dibantu oleh para penumpang lain yang menahan tubuh pria tersebut agar tidak terseret lebih jauh setelah ia terlempar dari kursi hingga batas bahunya akibat tekanan udara ekstrem.
"He is in shock, remains conscious" kata Michalis Giannakos, Presiden Federasi Panhellenic Karyawan Rumah Sakit Publik.
Pihak maskapai langsung menerbangkan pesawat pengganti pada pukul 09.53 waktu setempat untuk mengangkut penumpang lain yang tertahan di terminal menuju tujuan akhir mereka di Jerman.
"Shortly after take-off when a passenger window dislodged in flight," sebut Ryanair, Maskapai Penerbangan.
Pernyataan resmi dari maskapai bertarif rendah asal Irlandia tersebut memastikan bahwa sisa proses pendaratan darurat berjalan tanpa kendala tambahan di darat.
"The aircraft landed normally and passengers returned to the terminal. One passenger requested and received medical assistance on the ground in Thessaloniki," tambah Ryanair, Maskapai Penerbangan.
Seorang penumpang bernama Christina menceritakan situasi mencekam di dalam kabin saat tekanan udara dalam pesawat hilang secara mendadak.
"We immediately realised there had been a decompression. There were screams... for a moment I thought someone had accidentally opened the emergency door," tutur Christina, Penumpang Pesawat.
Ia menambahkan bahwa posisi sabuk pengaman yang masih terpasang menjadi faktor krusial yang menyelamatkan nyawa korban saat tubuhnya mulai keluar jendela.
"The masks dropped and there was a strong smell. The head and shoulders of one passenger were outside the window. Fortunately, he hadn't taken off his seat belt," lanjut Christina, Penumpang Pesawat.
Penumpang lainnya, Sofia, juga mengungkapkan rasa takut yang dialami seluruh awak dan penumpang di area belakang pesawat saat insiden berlangsung.
"When the oxygen masks dropped, we had no idea what was going to happen. We didn't know whether we would make it back. We were sitting at the back of the aircraft, and we realised there had been some kind of explosion," ungkap Sofia, Penumpang Pesawat.
Kondisi korban yang sempat tidak sadarkan diri di dalam kabin memperparah kepanikan situasi darurat tersebut.
"We thought the plane was going down. The decompression was extreme. It felt like we couldn't breathe. The man who was injured was bleeding and then lost consciousness several times, most likely because of the lack of oxygen and the shock," jelas Sofia, Penumpang Pesawat.
Saksi mata lain yang duduk tidak jauh dari lokasi kejadian membagikan kesaksian serupa mengenai suara ledakan keras sebelum sistem oksigen darurat aktif.
"We were sitting a bit further back from where it happened, all we heard was a loud noise and then the oxygen masks dropped. The injured man was bleeding and initially fainted." ucap Penumpang Lain, Melalui Radio Thessaloniki.
Mantan pilot maskapai penerbangan, Chris Brady, memberikan analisis teknis mengenai pentingnya kepatuhan penumpang terhadap instruksi keselamatan dasar seperti sabuk pengaman.
"We do, as captains always say to the passengers, please keep your seat belts fastened as a precaution in flight, even when we switch the belt signs off," terang Chris Brady, Pensiunan Pilot.
Menurutnya, insiden fatal sejenis pernah terjadi pada maskapai Southwest Airlines di Amerika Serikat pada tahun 2018 akibat kerusakan mesin yang memecahkan kaca jendela.
"And it's for exactly this sort of thing or for turbulence encounters or whatever. So it is good practice to leave your seat belts on," sambung Chris Brady, Pensiunan Pilot.
Investigasi resmi kini telah dibuka oleh Otoritas Investigasi Keselamatan Penerbangan dan Kereta Api Hellenic (HARSIA) bersama pengelola bandara Fraport Greece serta mendapat bantuan dari National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat.
"As the operator of Thessaloniki Airport, Fraport Greece is fully cooperating with all relevant stakeholders and has activated the established emergency response procedures following the aircraft’s forced return," tegas Fraport Greece, Pengelola Bandara.
Seluruh tim teknis dan layanan darurat di bandara dipastikan telah berkoordinasi penuh untuk mengamankan pesawat serta mengevakuasi para penumpang pasca-kejadian.
"Our teams, in close coordination with airport stakeholders and emergency services, took all necessary actions to ensure safe management of the situation." pungkas Fraport Greece, Pengelola Bandara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow