Tips Tidur Nyenyak di Pesawat ala Pramugari untuk Penumpang
Tidur di dalam kabin pesawat sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para penumpang, baik pada penerbangan jarak jauh maupun domestik. Dilansir dari Detik Travel, awak kabin Southwest Airlines, Katie Storck, membagikan sejumlah langkah praktis agar penumpang dapat beristirahat dengan nyaman.
Pemilihan Pakaian yang Tepat
Penggunaan pakaian berlapis menjadi strategi utama untuk menjaga kenyamanan tubuh di tengah suhu kabin yang sering berubah drastis. Penumpang disarankan mengenakan hoodie atau syal besar yang dapat difungsikan sebagai selimut atau bantal darurat.
"Suhu di dalam pesawat bisa berubah-ubah drastis; Anda bisa merasa nyaman dengan hoodie atau melepasnya saat musim panas jika kabin terasa panas," ujar Katie Storck.
Selain itu, kombinasi celana jogger dan kaus kaki dapat membantu tubuh lebih rileks. Penggunaan sepatu model slip-on juga sangat disarankan untuk memudahkan penyesuaian selama perjalanan.
"Mengenakan sepatu model slip-on juga merupakan pilihan cerdas karena Anda bisa melepasnya dengan mudah dan tanpa repot di tengah penerbangan," katanya.
Perlengkapan Tidur Penunjang
Penggunaan bantal leher berkualitas sangat menunjang posisi kepala dan leher saat tidur dalam posisi duduk tegak. Menurut Storck, perlengkapan ini efektif membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.
Awak kabin Delta di Atlanta, Andrea Davis, menambahkan bahwa penggunaan masker mata berbobot dapat menghalangi cahaya secara penuh sekaligus mempercepat proses tidur.
"Butiran pemberat di dalam masker mata dapat membantu Anda lebih cepat terlelap, terutama saat harus menyesuaikan diri dengan zona waktu yang berbeda selama perjalanan," kata Andrea Davis.
Untuk meredam suara bising kabin, penumpang dapat memanfaatkan earplug, masker penutup telinga, atau headphone penutup telinga sambil mendengarkan musik penenang.
Pengaturan Waktu dan Kursi
Penyesuaian waktu tidur sangat penting pada penerbangan internasional untuk mengatasi perbedaan zona waktu. Penumpang disarankan menahan diri tetap terjaga hingga tiba waktu tidur di lokasi tujuan guna mengatur ulang jam biologis tubuh.
"Beberapa pelancong mengandalkan suplemen melatonin atau teh yang menenangkan tubuh. Namun, hindari alkohol dan kafein, karena keduanya dapat mengganggu waktu istirahat Anda," jelas Storck.
Pemilihan posisi duduk di dekat jendela memberikan keuntungan berupa sandaran pada dinding pesawat serta meminimalkan gangguan dari penumpang lain yang ingin menuju toilet.
"Menopang leher saat tidur dalam posisi duduk tegak dapat membantu Anda mendapatkan istirahat yang sangat dibutuhkan," tutur Storck.
Agar proses istirahat tidak terganggu oleh pemeriksaan keselamatan rutin, penumpang dianjurkan memasang sabuk pengaman di bagian luar selimut.
"Memastikan diri Anda merasa senyaman mungkin akan membantu Anda lebih rileks dan tidur lebih nyenyak," pungkas Storck.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow