KAI dan Pemerintah Muka Tanah Pembangunan Rusunami Subsidi Manggarai

Smallest Font
Largest Font

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah bersiap menggelar peletakan batu pertama pembangunan rumah susun sederhana milik subsidi di lahan KAI kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, seperti dilansir dari Detikcom.

Pengembangan hunian di atas lahan seluas 2,2 hektare tersebut akan mencakup 8 tower dengan total 3.740 unit. Pekerjaan awal difokuskan pada Blok G seluas 6.925 meter persegi yang siap bangun, sementara pembersihan lahan Blok F seluas 15.014 meter persegi ditargetkan rampung bulan depan.

Penggarapan proyek hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini dieksekusi oleh KAI Properti Management dengan skema pembiayaan kredit konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

"Lahannya kita matangkan udah kita clearing. Kemudian blok G sudah 100 persen. Blok F sedang kita kerjakan.

Mudah-mudahan bulan depan September juga akan selesai Blok F-nya. Sehingga total kita nanti akan punya 2,2 hektare, itu nanti 8 tower. Semuanya MBR," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Pembangunan Blok G mencakup 3 tower dengan total 1.232 unit tipe 28, 36, dan 45 yang memakan waktu pengerjaan selama 1,5 tahun. Sementara Blok F dirancang memiliki 5 tower berkapasitas 2.508 unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan pembagian peran lembaga dalam proyek sinergis tersebut.

"Fungsi kami di sini adalah sebagai regulator, membuat aturan kebijakan. Fungsi (PT) Kereta Api di sini berarti adalah membangun, operator. Yang membangun operator ya?

Supaya kita tahu posisinya masing-masing ya. Jadi ini sinergi," kata Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Harga unit rusunami ini dipatok maksimal Rp 14,5 juta per meter persegi untuk wilayah Jakarta Pusat.

"Di mana harga jual paling tingginya karena ini Jakarta Pusat itu Rp 14,5 juta per meter persegi. Dan itu pada batas atas ya. Jadi kalau KAI ternyata bisa lebih rendah dan sebagainya nanti diserahkan pada pengembang," kata Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Sistem pembelian menerapkan kredit inden sejak progres fisik mencapai 20 persen. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan BTN menawarkan simulasi uang muka 1 persen dengan angsuran Rp 2,9 juta per bulan selama 30 tahun.

"Jadi, kalau tenornya 30 tahun, suku bunga 6 persen itu teman-teman cukup membayar angsuran per bulannya Rp 2,9 juta, fix selama 30 tahun. Mau nanti teman-teman naik gaji tiap tahun, mau tiap 5 tahun, angsurannya tetap gitu ya," kata Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Calon pembeli wajib memenuhi kriteria seperti berusia minimal 21 tahun, belum memiliki rumah, dan maksimal berpenghasilan Rp 12 juta untuk lajang atau Rp 14 juta untuk pasangan menikah.

"Nah, syaratnya apa? Mudah, cukup KTP, KK, NPWP, akta kalau teman-teman sudah menikah itu juga harus dilampirkan ya. Jadi, buat yang single, buat yang join bisa ikutan program FLPP ini," kata Umi Hardinajati, Deputy Subsidized Mortgage Division BTN.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed