Kai Trump Memulai Kuliah dan Bergabung Tim Golf Universitas Miami
Cucu Presiden Donald Trump, Kai Trump, resmi memulai masa perkuliahannya di Universitas Miami sekaligus bergabung dengan tim golf putri kampus tersebut. Remaja berusia 19 tahun itu membagikan proses kepindahannya dari Jupiter, Florida, menuju apartemen barunya di Miami melalui unggahan video.
Proses transisi menuju kehidupan kampus ini diwarnai momen emosional saat Kai harus berpisah dengan keluarga dan kerabatnya. Ia mengungkapkan rasa beratnya meninggalkan rutinitas rumah sebelum fokus menjalani aktivitas sebagai mahasiswi dan atlet.
"Saya benar-benar menangis," kata Kai Trump, cucu Donald Trump.
Rasa sedih tersebut dirasakannya karena harus berpamitan dengan orang-orang terdekatnya sebelum pindah secara penuh selama empat tahun ke depan.
"Sangat sedih rasanya harus mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang hari ini. Saya sama sekali bukan orang yang emosional, jadi sangat aneh bagi saya untuk menangis," ujar Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Meskipun merasa emosional dengan perubahan besar dalam hidupnya, Kai tetap merasa antusias menyambut jenjang pendidikan barunya tersebut.
"Saya hanya sedang kesulitan saat ini membayangkannya, tetapi saya merasa antusias," kata Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Ia juga membagikan momen saat berpamitan dengan teman-temannya dalam pertemuan terakhir sebelum mereka berpisah ke kampus masing-masing.
"Saya tidak harus mengucapkan selamat tinggal kepada ibu saya besok, tetapi hal lainnya terasa menyedihkan. Saya sedang kesulitan saat ini, hanya dengan memikirkannya," ujar Kai Trump, cucu Donald Trump.
Setelah tiba di Miami, sahabatnya yang bernama Emma membantu proses pindahan serta membawa bahan makanan untuk memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi di tengah kesibukan.
"Emma mengambilkan saya beberapa makanan beku karena saya belum makan selama sekitar tiga hari," kata Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Awal perkuliahan diisi dengan jadwal latihan atletik yang padat, termasuk pertemuan tim golf pada pukul 07.00 pagi. Kai juga memamerkan perlengkapan olahraga resmi dari kampus serta momen latihan pertamanya.
"Saya sangat lelah jika kalian tidak bisa melihatnya dari wajah saya," ujar Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Namun pada minggu pertama perkuliahan, Kai mengalami radang tenggorokan hingga harus kembali ke rumahnya di Jupiter untuk memulihkan diri dengan perawatan sang ibu, Vanessa Trump.
"Saya sakit radang tenggorokan pada hari Rabu di minggu pertama sekolah," kata Kai Trump, cucu Donald Trump.
Kondisi kesehatannya yang menurun membuatnya membutuhkan bantuan langsung dari ibunya selama masa penyembuhan.
"Saya pulang jauh-jauh ke Jupiter karena sangat sakit. Saya membutuhkan ibu saya untuk merawat saya hingga sembuh kembali," ujar Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Sebelum perkuliahan dimulai, ibunya, Vanessa Trump, berbelanja kebutuhan apartemen bersama Kai selama berjam-jam untuk mempersiapkan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti peralatan dapur, kamar mandi, hingga bahan pembersih.
"Saya jenis merusak pengiriman furnitur, jadi dia mengemudi ke Miami kemarin," kata Kai Trump, cucu Donald Trump.
Pengiriman furnitur tersebut sempat bermasalah sehingga sang ibu harus berkendara ke Miami untuk menunggu pengiriman barang.
"Untuk menunggu tiga pengiriman," ujar Vanessa Trump, ibu Kai Trump.
Pengiriman barang yang sempat tertunda tersebut kemudian dikirim kembali oleh pihak penyedia jasa.
"Merek mengembalikannya," kata Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Perjalanan tersebut dilakukan di tengah kondisi lalu lintas yang cukup padat.
"Itu terjadi selama jam sibuk juga, jadi momen yang menyenangkan," ujar Vanessa Trump, ibu Kai Trump.
Selain mempersiapkan perlengkapan apartemen, Vanessa juga mengingatkan bahwa Kai harus belajar mandiri dalam menjaga kebersihan tempat tinggalnya.
"Dia akan belajar cara melakukannya, atau tempat itu akan tetap berantakan," kata Vanessa Trump, ibu Kai Trump.
Masa transisi ini terjadi setelah Vanessa Trump menyelesaikan perawatan kanker payudara yang diidapnya awal tahun ini. Pengalaman medis sang ibu mendorong Kai untuk berencana mendonasikan sebagian penghasilannya ke yayasan kanker payudara.
"Dia menjalani perawatan, melakukan operasi, tetapi kondisinya makin membaik," ujar Kai Trump, cucu Donald Trump.
Pengalaman keluarga tersebut mengubah prioritas hidup Kai dalam membantu sesama yang mengalami situasi serupa.
"Jalannya sedikit bergelombang, tetapi dia merasa lebih baik sekarang, dan semoga dia terus membaik," kata Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
Kai berkomitmen untuk memberikan bantuan nyata kepada keluarga lain yang sedang berjuang menghadapi penyakit tersebut.
"Saya ingin memberi kembali kepada keluarga yang juga mengalami hal serupa dengan anggota keluarga mereka," ujar Kai Trump, cucu Donald Trump.
Rencana donasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban para penderita dan keluarga yang mendampingi proses pengobatan.
"Jadi saya akan mendonasikan ke banyak yayasan kanker payudara hanya untuk memberi kembali kepada keluarga karena saya tahu bagaimana rasanya melaluinya," kata Kai Trump, mahasiswi Universitas Miami.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow