Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengubah nama Danau Ontario menjadi Lake America pada Kamis, 27 Agustus 2026. Keputusan di tengah perselisihan dagang dengan Kanada ini menginstruksikan Departemen Dalam Negeri dan U.S. Board on Geographic Names untuk meresmikan pergantian nama dalam kurun 30 hari.
Perubahan nama perairan di perbatasan kedua negara tersebut langsung direspons oleh penyedia layanan peta digital. Google Maps secara resmi mulai menerapkan nama Lake America bagi pengguna di kawasan Amerika Serikat pada 29 Agustus 2026, sementara pengguna di Kanada tetap melihat nama Danau Ontario dan pengguna luar negeri mendapatkan kedua nama tersebut.
"Pembaruan ini mengikuti kebijakan jangka panjang kami untuk wilayah perairan dengan nama yang berbeda di setiap negara, dan saat ini mulai digulirkan," kata pihak Google.
Platform pemetaan MapQuest mengambil langkah berbeda dengan menolak mengubah nama danau tersebut di aplikasinya. Perusahaan meluncurkan fitur pembuat peta yang memungkinkan pengguna membuat nama danau versi mereka sendiri.
"Kami tidak akan mengubahnya," kata MapQuest dalam unggahan di media sosial pada 27 Agustus 2026.
Pihak perusahaan menegaskan kembali posisi mereka terkait pelabelan perairan tersebut beberapa hari kemudian.
"Kami menyadari bahwa Danau Ontario dilabeli dengan benar di peta kami," kata MapQuest dalam unggahan media sosial pada 30 Agustus 2026.
Layanan Apple Maps masih mempertahankan nama Danau Ontario hingga 31 Agustus 2026. Penyesuaian nama ini sebelumnya pernah dilakukan Apple Maps saat Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada awal tahun 2025.
Kebijakan tersebut mendapat penolakan keras dari Premier Ontario Doug Ford yang menilai keputusan Presiden Trump tidak memiliki tujuan yang jelas.
"Saya tidak melihat tujuannya. Itu adalah sesuatu yang seperti keluar dari Saturday Night Live ketika dia menandatangani dokumen yang mengatakan ubah menjadi Lake America. Tidak ada orang yang akan menyebutnya Lake America," kata Premier Ontario Doug Ford.
Ford bahkan memasang baliho besar yang menyatakan perairan tersebut tetap bernama Danau Ontario. Ia menegaskan kesiapannya untuk melawan kebijakan tarif dan serangan terhadap negaranya.
"Anda akhirnya harus berdiri menghadapi seseorang yang terus-menerus menyerang negara kita," ujar Doug Ford.
Ia juga melontarkan kritik pedas terkait perintah eksekutif pergantian nama perairan tersebut.
"Dia bisa mencium pantat saya," kata Doug Ford.
Ford menegaskan perlawanan wilayahnya terhadap kebijakan perdagangan dari pemerintah Amerika Serikat.
"Orang ini seorang pecundang. Dia akan menjadi pecundang. Sederhana saja—kami akan melawan dengan segala yang kami miliki.
Dan Anda tahu? Saya memiliki lebih banyak keberanian, lebih banyak otak di jempol kaki saya daripada yang dia miliki di seluruh tubuhnya," kata Doug Ford.
Ia menambahkan bahwa seluruh opsi balasan siap diambil jika konflik ekonomi memburuk.
"Jika mereka [AS] ingin mencoba memusnahkan Ontario, saya akan melakukan segalanya, termasuk memutus energi mereka, dengan senyuman di wajah saya. Kita akan memenangkan perang tarif ini," kata Doug Ford.
Ford menegaskan kembali posisi tegasnya dalam wawancara lanjutan dengan media.
"Semuanya ada di meja," kata Doug Ford.
Presiden Trump memberikan tanggapan melalui platform Truth Social dengan membagikan tangkapan layar Google Maps yang menampilkan nama Lake America. Trump mengecam industri otomotif dan hubungan dagang Kanada yang dinilainya merugikan Amerika Serikat.
"Bisnis Kanada berbondong-bondong masuk ke Amerika Serikat. Kami ingin membuat mobil kami sendiri, dll. Itulah yang akan terjadi. Kanada telah memeras kita selama bertahun-tahun — TIDAK LAGI!" kata Donald Trump.
Trump menekankan bahwa pemerintahannya tidak akan lagi mentolerir impor dari negara tetangganya tersebut.
"Saya tidak ingin mobil Kanada, saya tidak ingin suku cadang Kanada, saya tidak ingin apa pun dari Kanada. Mereka telah memeras kita selama berdekade-dekade, dan itu akan berhenti," kata Donald Trump.
Ia menilai perlakuan terhadap Kanada harus diubah seiring dengan ketegangan hubungan bilateral.
"Mereka ingin diperlakukan seperti sebuah Negara Bagian, tetapi mereka bukan. Saya berurusan dengan Pemimpin banyak Negara, tetapi saya menemukan Kanada adalah yang terburuk. Mereka tidak berhak lagi!" kata Donald Trump.
Trump juga menyerukan agar perusahaan-perusahaan Kanada memindahkan operasional mereka ke wilayah Amerika Serikat untuk menghindari pengenaan tarif impor sebesar 25 persen hingga 50 persen.
"Biarkan semua Perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera. Banyak dari mereka adalah Perusahaan yang pindah bertahun-tahun lalu karena Kepemimpinan AS yang bodoh. Ketika Anda kembali, tidak ada TARIF!" kata Donald Trump.
Ia mengklaim strategi tarifnya telah berhasil menarik kembali arus investasi masuk ke Amerika Serikat.
"Selama bertahun-tahun, AS telah rugi lebih dari 60 Miliar Dolar seminggu dengan Kanada. Mengapa??? Bisnis kita yang dicuri lama kini kembali ke Amerika untuk menghindari pembayaran tarif. Mereka mengantre, sama seperti seluruh Dunia!!!" kata Donald Trump.
Survei KPMG pada Juli 2026 terhadap 275 produsen Kanada menunjukkan empat dari 10 perusahaan telah atau sedang mempertimbangkan pemindahan produksi ke AS. Meski demikian, beberapa produsen seperti General Motors tetap berkomitmen menginvestasikan lebih dari 1 miliar dolar Kanada untuk fasilitas produksi mereka di Oshawa, Ontario.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow