Kanada Tolak Perubahan Nama Danau Ontario Oleh Amerika Serikat

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kanada secara tegas menolak keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Carney menegaskan bahwa pihak Kanada tidak akan mematuhi penamaan baru tersebut. Warga Kanada dipastikan tetap menggunakan nama Danau Ontario untuk perairan yang berada di perbatasan kedua negara.

"Kami tahu Amerika Serikat mengubahnya. Relasi dagang mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, nama tempat danau-danau mereka," kata Carney.

Ia menekankan bahwa identitas geografis kawasan tersebut tidak akan berubah bagi masyarakatnya.

"Perempuan dan laki-laki Kanada juga tahu hal itu tetap disebut sesuai namanya dan danau ini disebut Danau Ontario, hari ini dan selamanya," lanjutnya.

Sikap keras juga ditunjukkan oleh otoritas lokal yang wilayahnya berbatasan langsung dengan danau tersebut. Kepala Pemerintahan Ontario Doug Ford menegaskan posisi kawasan tersebut.

"Ini Danau Ontario bagi warga Kanada dan seluruh dunia. Sekarang dan selamanya," kata Ford.

Langkah kontroversial Washington ini bermula dari pengumuman sepihak yang dibuat oleh pihak Gedung Putih. Trump mengaitkan tindakan tersebut dengan ketegangan hubungan ekonomi kedua negara.

"Kami akan mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, berlaku segera. Perubahan nama danau ini sebenarnya adalah hal yang sudah lama saya pikirkan," ujar Trump.

Saat dikonfirmasi mengenai dampaknya terhadap hubungan bilateral, Trump mengalihkan fokus pada masalah perdagangan bilateral. Ia menilai Ottawa tidak menunjukkan iktikad baik dalam kerja sama ekonomi.

"Yah, mereka tak memperlakukan kita dengan baik. Para pejabat Kanada memperlakukan kita dengan sangat buruk. Mereka orang-orang jahat," ujar Trump.

Danau Ontario merupakan bagian dari lima bentang air raksasa Great Lakes di batas negara. Sekitar 52 persen wilayah permukaan danau berada di kawasan Kanada, sedangkan sisanya masuk area New York, Amerika Serikat.

Ketegangan ini berawal dari kegagalan negosiasi batas tarif perdagangan kedua belah pihak. AS dan Kanada sebelumnya menetapkan batas waktu 22 Agustus demi menghindari pengenaan tarif hingga 50 persen atas komoditas Kanada senilai US$20 miliar, yang kemudian dibalas Kanada dengan pajak atas 700 produk AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed