Google Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika Ikuti Kebijakan Trump
Google mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika pada layanan peta digitalnya bagi pengguna di Amerika Serikat sejak Minggu (30/8/2026). Langkah ini menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump di tengah eskalasi perang tarif dengan Kanada.
Perubahan tersebut berlaku khusus untuk wilayah AS berdasarkan pembaruan Sistem Informasi Nama Geografis AS (GNIS). Sementara itu, peta digital di wilayah Kanada tetap menampilkan nama Danau Ontario, sedangkan pengguna di luar kedua negara akan melihat tampilan kedua nama perairan tersebut secara bersamaan.
Eskalasi perang dagang ini dipicu oleh kegagalan negosiasi yang berujung pada penetapan tarif impor 50 persen oleh AS terhadap barang ekspor Kanada senilai US$20 miliar. Kebijakan yang memanfaatkan Pasal 338 Undang-Undang Tarif 1930 tersebut langsung dibalas Kanada dengan menyiapkan tarif sejenis senilai US$20 miliar terhadap produk-produk AS.
Sengketa penamaan perairan ini memicu reaksi keras dari para pejabat Kanada, termasuk Premier Ontario Doug Ford yang membalas aksi Trump dengan memasang papan tanda besar di tepi danau wilayah Kanada.
"Jauh sebelum masa Presiden Trump, danau ini bernama Danau Ontario. Jauh setelah masa jabatan Presiden Trump berakhir, danau ini akan tetap bernama Danau Ontario," ujar Ford.
Ford menegaskan penancapan papan penanda tersebut merupakan simbol perlawanan pemerintah daerah terhadap tekanan politik Washington.
"Sekadar mengingatkan Presiden Trump atau siapa pun, kami memasang papan tanda ini untuk menegaskan bahwa ini adalah Danau Ontario, sekarang dan selamanya," kata Ford.
Sikap serupa disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang menolak klaim sepihak dari pihak Amerika Serikat atas perairan perbatasan tersebut.
"Sesuatu harus disebut dengan nama aslinya, dan danau ini bernama Danau Ontario-hari ini dan selamanya," tegas Carney.
Dampak perselisihan kedua negara turut merembet ke sektor otomotif setelah rencana pengenaan tarif 50 persen mengancam rantai pasokan kendaraan di Kanada. Analis otomotif Pelham Smithers Associates, Julie Boote, menilai kebijakan tersebut berisiko melumpuhkan industri otomotif Ottawa yang disokong produsen asal Jepang.
"Jika Anda benar-benar ingin menghancurkan industri otomotif Kanada, Anda bisa melakukannya dengan tarif ini," kata Julie Boote.
Boote menambahkan bahwa tekanan tarif impor yang sangat tinggi bakal memaksa para produsen menghentikan operasional pabrik perakitan mereka.
"Toyota dan Honda kemungkinan harus menutup sejumlah lini perakitan mereka di Kanada," tegasnya.
Pihak industri otomotif Jepang melihat potensi pergeseran besar pada peta pasokan kawasan, sebagaimana diungkapkan analis senior Tokai Tokyo Intelligence Laboratory, Seiji Sugiura.
"Ini akan mewakili perubahan besar dari masa lalu," kata Seiji Sugiura.
Kendati demikian, rantai pasok komponen memilih berhati-hati dalam mengambil langkah antisipasi awal sebelum regulasi resmi diberlakukan.
"Tidak bereaksi berlebihan," kata seorang eksekutif pemasok Jepang.
Perintah eksekutif Trump memberi waktu 30 hari bagi Departemen Dalam Negeri AS untuk memperbarui data geografis ini. Langkah serupa pernah dilakukan Trump pada 2025 saat mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika pada aplikasi pemetaan digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow