Kapal Feri M/V June Aster Terbakar di Filipina 5 Orang Meninggal

Smallest Font
Largest Font

Sebuah kapal feri M/V June Aster terbakar di lepas pantai Coron, Provinsi Palawan, Filipina, pada Rabu (9/9/2026) malam sekitar pukul 18.45 waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas, 43 orang berhasil diselamatkan, dan puluhan penumpang lainnya masih dilaporkan hilang.

Kapal yang berangkat dari Manila menuju Coron tersebut membawa 117 penumpang dan 17 awak kapal berdasarkan data manifes resmi. Petugas penjaga pantai mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari ruang kargo kapal dan beberapa penumpang tidak sempat mengenakan jaket pelampung saat kebakaran melalap badan kapal.

Operasi pencarian dan pemadaman terkendala oleh asap tebal serta arus laut yang cukup kuat di sekitar lokasi kejadian. Tujuh korban selamat telah dilarikan ke rumah sakit di Pulau Culion untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, sementara penyintas lainnya dievakuasi ke pusat penampungan di Barangay Turda.

Juru bicara Penjaga Pantai Filipina memberikan penjelasan mengenai data terkini jumlah korban selamat dan mereka yang masih dalam proses pencarian.

"Berdasarkan data yang kami miliki saat ini tentang jumlah yang diselamatkan (42) dan korban jiwa, kami masih memiliki 87 orang yang belum ditemukan," kata Kapten Penjaga Pantai Noemi Cayabyab.

Penjaga pantai mengonfirmasi penambahan jumlah korban selamat seiring berjalannya operasi penyelamatan di wilayah perairan tersebut.

"Untuk memperjelas, ini adalah data terkini dan dapat berubah karena operasi pencarian dan penyelamatan kami masih berlangsung," kata Cayabyab.

Petugas di lapangan berupaya memadamkan kobaran api meskipun komunikasi dengan para penyintas masih terhambat.

"Namun, kami belum dapat memperoleh informasi dari orang-orang yang diselamatkan karena kami belum dapat berbicara dengan mereka," kata Cayabyab.

Pihak berwenang mengonfirmasi update jumlah penumpang yang telah berhasil dievakuasi dari laut.

"Empat puluh tiga orang berhasil diselamatkan," kata Komodor Noemie Cayabyab.

Proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan di perairan lepas pantai Coron.

"Angka tersebut dapat berubah seiring dengan berlanjutnya operasi penyelamatan," kata Cayabyab.

Para korban selamat membagikan pengalaman emosional mereka saat bertahan hidup di tengah lautan sebelum tim penolong tiba.

"Airnya sangat dingin. Jika pertolongan datang terlambat, saya pasti sudah meninggal," kata Roland Lerma.

Kecelakaan maritim sering terjadi di wilayah kepulauan Filipina yang memiliki lebih dari 7.100 pulau. Faktor cuaca buruk, kurangnya pemeliharaan kapal, serta pelanggaran regulasi keselamatan sering menjadi penyebab utama terjadinya musibah laut di negara tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed